Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jalur Pipa Gas Rusia ke Jerman Nord Stream 2 Siap Beroperasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 September 2021 15:55 3:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 September 2021 15:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perusahaan energi Rusia Gazprom mengatakan telah menyelesaikan pembangunan Nord Stream 2, jalur pipa gas alam dari Rusia ke Jerman.

Membentang di bawah Laut Baltik, pipa itu akan melipatgandakan ekspor gas Moskow ke Jerman tanpa melewati Ukraina, yang mengandalkan jalur pipa sebagai devisa negara.

Nord Stream 2 masih harus disertifikasi oleh regulator Jerman, proses yang bisa memakan waktu sekitar empat bulan.

Pembangunan jalur pipa sepanjang 1.225 km (760- mil) dikerjakan selama 5 tahun dengan biaya $11 miliar.

Perusahaan-perusahaan Jerman banyak berinvestasi di Nord Stream 2 dan mantan kanselir Gerhard Schröder menjalankan proyek tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perusahaan Jerman Uniper dan unit Wintershall milik BASF juga menanamkan uangnya dalam proyek itu. Demikian pula perusahaan Anglo-Dutch Shell, OMV dari Austria dan Engie dari Prancis, lansir BBC Sabtu (11/9/2021).

Pemerintah Jerman memperkirakan gas alam akan terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pasokan energi di Jerman selama beberapa dekade mendatang. Menurut mereka, gas alam lebih ramah terhadap iklim dibandingkan bahan bakar fos lain karena memproduksi CO2 lebih sedikit.

Tetapi kelompok pecinta lingkungan di di Jerman seperti Deutsche Umwelthilfe menentang Nord Stream 2, dengan alasan tidak sesuai dengan upaya Jerman dalam melawan perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Amerika Serikat khawatir jalur pipa itu akan meningkatkan ketergantungan energi Eropa pada Rusia.

Sementara hilangnya biaya transit akan memukul perekonomian Ukraina cukup keras.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menentang Nord Stream 2, yang disebutnya sebagai “senjata geopolitik berbahaya”.

Kanselir Jerman Angela Merkel baru-baru ini mengatakan bahwa sanksi lebih lanjut kemungkinan akan diberlakukan atas Rusia jika Moskow menggunakan jalur pipa itu untuk melawan Ukraina.

Sebagaimana diketahui Ukraina bersitegang dengan Rusia dalam masalah Semenanjung Krimea.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gas alamJermanNord Stream 2rusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Muadzin yang Sedih, Kucing Kesayangannya Harus Dioperasi Caesar [1]
Tulisan selanjutnya Pengadilan Banding Paris Kukuhkan Vonis Paman Bashar Al-Assad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?