Hidayatullah.com—Ratusan pelajar mendatangi parlemen Republik Demokratik Kongo untuk meminta agar gaji guru mereka dinaikkan.
Sambil mengayun ranting pohon mereka berteriak “kami ingin sekolah” dan “kalau kami tidak sekolah, kami akan jadi pengguna narkoba”, lansir BBC Jumat (22/10/2021).
Aksi protes serupa digelar di aula kota Beni di wilayah North Kivu, menurut laporan Radio Okapi, stasiun radio yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Para guru di RD Kongo melancarkan aksi mogok kerja sejak 4 Oktober, awal tahun ajaran baru. Mereka menuntut gaji yang lebih layak, penurunan usia pensiun dan beberapa tuntutan lain.
Pemerintah menuding para pemimpin organisasi keagamaan (mayoritas Kristen) – yang mengelola hampir semua sekolah dasar yang ada di negara itu – berada di balik aksi mogok para guru, tuduhan yang dibantah oleh mereka.
Menanggapi protes pelajar, wakil pertama ketua parlemen RD Kongo Jean-Marc Kabunda, mendesak agar anak-anak itu pulang ke rumah sebab masalah tersebut bukan ranah mereka.
“Kalian tidak layak berada di jalanan, kalian patutnya berada di sekolah dan jika kalian sedang tidak bersekolah, kalian seharusnya berada di rumah,” kata Kabinda.*