Hidayatullah.com—Pianis muda ternama China Li Yundi ditahan karena menggunakan jasa pelacur untuk memenuhi kebutuhan seksualnya.
Dilansir BBC Jumat (22/10/2021) dari media plat merah China, pria berusia 39 tahun itu dan seorang wanita penjaja seks berusia 29 tahun, sudah mengakui perbuatan mereka, kata pihak kepolisian lewat pesan daring. Mereka tertangkap basah setelah aparat memperoleh informasi dari masyarakat.
Sementara polisi tidak mempublikasikan nama lengkapnya dalam pemberitahuan tersebut, media pemerintah kemudian mengkonfirmasi bahwa pria itu adalah Li.
Kabar itu membuat banyak penggemar pria yang dijuluki “Pangeran Piano China” itu terkejut.
Saat masih berusia 18 tahun, Li menjadi pianis termuda – dan orang China pertama – yang memenangkan kompetisi bergengsi International Chopin Piano Competition pada 2000.
Setelah itu di tampil di seluruh dunia dan merupakan nama yang populer di kalangan masyarakat petutur bahasa Cina.
Setelah kabar mengejutkan itu mencuat Chinese Musicians’ Association bahwa pihaknya akan mencabut keanggotaan Li karena dinilai menimbulkan “dampak sosial yang sangat negatif”.
Sebagian kalangan menilai penangkapannya bisa jadi sebagai peringatan untuk selebriti “tak bermoral” lain dari kalangan dunia hiburan.
Berdasarkan hukum yang berlaku di China, orang yang menyewa jasa atau mengelola pekerja seks dapat ditahan hingga 15 hari dan dikenai denda sampai 5.000 yuan ($782).*