Hidayatullah.com — Kepolisian negara bagian Uttar Pradesh, India menangkap tiga pelajar Muslim Kashmir karena diduga merayakan kemenangan Pakistan atas India dalam pertandingan kriket Piala Dunia T20 pada Ahad, BBC melansir pada Kamis (28/10/2021).
Polisi mengklaim ketiganya meneriakkan slogan “anti-India dan pro-Pakistan” selama pertandingan. Selain itu, mereka juga dituduh “mempromosikan permusuhan dan terorisme dunia maya”.
Penangkapan pelajar Kashmir itu menjadi episode terbaru dari tindakan keras India terhadap Muslim karena mendukung Pakistan.
Dalam pertandingan itu Pakistan mengalahkan India dengan 10 wicket.
Hubungan antara kedua negara tetangga Asia Selatan itu selalu dingin dan pertandingan kriket seringkali memperburuk ketegangan itu.
Banyak kritik menyebut setelah kalah dalam pertandingan, India melupakan sportivitas mereka. Mencari kambing hitam untuk disalahkan.
Tidak lama setelah pertandingan berakhir, Mohammed Shami, satu-satunya Muslim dalam timnas kriket India, dicemooh dan dihina. Netizen sosial media India menuduhnya memberi kesempatan tim Pakistan, sementara beberapa lain menyebutnya pengkhianat.
Tiga pelajar Kashmir di Agra diskros pada Senin oleh perguruan tinggi mereka karena diduga memposting status WhatsApp yang memuji pemain kriket Pakistan. Polisi mengatakan mereka ditangkap pada Rabu setelah aduan dari beberapa anggota Partai Baharatiya Janata (BJP) yang berkuasa.
“Orang-orang ini mencoba menimbulkan ketegangan, yang mungkin merusak suasana negara,” lapor situs berita Quint, mengutip pengaduan polisi terhadap mereka.
Sejak Ahad, beberapa Muslim India telah mendapat masalah karena menyemangati tim kriket Pakistan.
Di negara bagian gurun Rajasthan, seorang guru sekolah kehilangan pekerjaannya karena membagikan unggahan perayaan di WhatsApp setelah kemenangan Pakistan. Dia juga ditangkap pada Rabu, Press Trust of India melaporkan.
Media lokal di negara bagian Punjab di utara melaporkan serangan terhadap mahasiswa Kashmir karena merayakan kemenangan Pakistan.
Dan polisi di Kashmir yang dikelola India mendakwa beberapa mahasiswa dan staf di dua perguruan tinggi kedokteran di bawah undang-undang anti-teror yang kejam karena meneriakkan slogan-slogan pro-Pakistan selama pertandingan.
Setelah pertandingan, ratusan warga Kashmir turun ke jalan untuk merayakan dan meneriakkan “Hidup Pakistan” di wilayah Himalaya, yang telah menyaksikan pemberontakan bersenjata selama beberapa dekade melawan Delhi, menurut Associated Press.
Baik India maupun Pakistan mengklaim wilayah Kashmir secara keseluruhan tetapi hanya menguasai sebagian wilayah tersebut. Tetangga bersenjata nuklir itu telah berperang dua kali untuk memperebutkan Kashmir.*