Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rumah Susun di Daerah Miskin New York City Terbakar, Belasan Orang Tewas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2022 14:53 2:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2022 14:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kerusakan pada alat pemanas ruangan menyulut kebakaran di sebuah bangunan rumah susun di daerah Bronx, New York City, pada hari Ahad pagi (9/1/2022) dan menewaskan 19 orang termasuk 9 anak-anak.

Penghuni yang terjebak memecahkan jendela untuk mencari udara dan menyumpal lubang di bawah pintu rumah dengan kain basah ketika asap membumbung dari unit di lantai bawah tempat asal api. Para penyintas mengatakan mereka panik menyelamatkan diri menyusuri lorong-lorong dan tangga yang gelap diliputi asap

Beberapa anak yang lemas tampak diberi oksigen setelah mereka berhasil diselamatkan. Warga yang selamat wajahnya tertutup jelaga.

Petugas pemadam kebakaran menemukan korban di setiap lantai, banyak yang mengalami gangguan jantung dan pernapasan, kata Komisioner Damkar Daniel Nigro. Sebagian penghuni rusun tidak bisa lari menyelamatkan diri karena asap tebal, katanya seperti dilansir Associated Press.

Sebagian penghuni mengatakan awalnya mereka mengabaikan alarm asap yang berbunyi, karena bunyi alarm palsu (tidak ada insiden) kerap terjadi di bangunan rusun 120 unit itu, yang dibangun pada awal tahun 1970-an sebagai fasilitas perumahan harga terjangkau.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari 60 orang terluka dan 13 orang dalam kondisi kritis di rumah sakit. Nigro mengatakan kebanyakan korban jatuh sakit karena menghirup asap tebal.

Petugas penyelidik mengatakan kebakaran dipicu oleh pemanas ruangan yang ada di lantai dua dan tiga bangunan setinggi 19 lantai tersebut.

Api sebenarnya tidak merambat jauh, hanya membakar satu unit dan lorong di sebelahnya. Namun, pintu menuju unit-unit rusun dan pintu menuju tangga yang seharusnya senantiasa tertutup justru dibiarkan terbuka. Akibatnya, kata Nigro, asap cepat menyebar ke seluruh bagian bangunan.

Aturan umum yang berlaku untuk rumah susun atau apartemen di New York City mengharuskan setiap pintu dilengkapi pegas sehingga dapat tertutup rapat dengan sendirinya. Tidak jelas apakah bangunan yang terbakar ini mengikuti aturan-aturan tersebut. Rusun terletak di daerah Bronx, yang dikenal sebagai salah satu kawasan paling kumuh dan miskin dan rawan kejahatan di New York City.

Sekitar 200 petugas damkar dikerahkan untuk memadamkan api di bangunan rusun yang terletak di East 181st Street itu pada pukul 11 siang waktu setempat. 

Jose Henriquez, seorang imigran dari Republik Dominika yang tinggal di lantai 10, mengatakan alarm kebakaran gedung sering tiba-tiba berbunyi sendiri, tetapi ternyata tidak ada apa-apa yang terjadi. Oleh karena itu kemungkinan warga tidak mengindahkannya ketika alarm itu berbunyi di saat kebakaran benar-benar terjadi.

Anak-anak yang tewas berusia 16 tahun atau di bawahnya kata Stefan Ringel, penasihat senior walikota New York City.

Kebanyakan penghuni merupakan pendatang dari Gambia, Afrika Barat. Korban selamat diungsikan ke sekolah terdekat.

“Tidak ada jaminan alarm kebakaran berfungsi di setiap rumah susun, atau di area bersama,” kata anggota Kongres AS dari Partai Demokrat wakil daerah tersebut Ritchie Torres kepada Associated Press. “Kebanyakan bangunan ini tidak punya sistem penyemprotan air. Dan kawasan perumahan di Bronx jauh lebih rentan terhadap kebakaran besar daripada kawasan perumahan lain di kota (NYC),” imbuhnya.

Baik Nigro maupun Torres membandingkan tingkat keparahan api dengan kebakaran tahun 1990 di klub Happy Land, di mana ketika itu 87 orang tewas setelah seorang pria membakar rusun usai bertengkar dengan mantan pacarnya.

Korban jiwa dalam peristiwa hari Ahad itu merupakan yang tertinggi sejak peristiwa kebakaran Happy Land, selain serangan 11 September 2001.

Itu juga kebakaran paling mematikan di bangunan perumahan AS kurun beberapa tahun. Pada 2017 sebanyak13 orang tewas di sebuah gedung rusun, juga di Bronx, menurut data dari National Fire Protection Association.

Kebakaran itu terjadi setelah bocah berusia 3 tahun bermain-main dengan pemantik kompor. Api meluas juga disebabkan pintu ke arah unit rusun tidak bekerja dengan baik dan dibiarkan terbuka. Menyusul peristiwa itu peraturan berkaitan dengan keselamatan dan kebakaran gedung di New York City diubah. Di dalam aturan baru antara lain disebutkan bahwa petugas damkar diwajibkan memberikan edukasi keselamatan kebakaran kepada anak-anak dan orangtua.

Kebakaran hari Ahad itu terjadi hanya beberapa hari setelah 12 orang –termasuk 8 anak– tewas dalam kebakaran di sebuah rusun di Philadelphia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BronxkebakaranNew York Cityrumah susun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebakaran Rohingya Kamp Rohingya Kebakaran, Ribuan Pengungsi Kehilangan Tempat Bernaung
Tulisan selanjutnya biaya umrah naik Biaya Umrah Naik Hingga Capai Rp40 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?