Hidayatullah.com– Presiden Hassan Sheikh Mohamud menyambut baik penempatan kembali pasukan Amerika Serikat di Somalia di mana serangan al-Shabab meningkat.
Pemerintahan Prey Joe Biden hari Senin (16/5/2022) mengumumkan rencana pengiriman sekitar 600 personel militer AS untuk mendukung operasi melawan militan al-Shabab, lansir BBC.
Keputusan itu diambil sehari setelah parlemen Somalia memilih Mohamud untuk menjabat presiden yang mengakhiri krisis transisi kepemimpinan di negara itu.
“AS selalu menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam upaya kami untuk mewujudkan stabilitas dan memerangi terorisme,” kata kantor kepresidenan Somalia dalam sebuah pernyataan yang dimuat di akun resminya di Twitter.
Semasa pemerintahan Donald Trump, AS menarik 700 personel militernya yang memberikan sokongan kepada Somali National Army (SNA) melalui pelatihan dan melakukan serangan udara terhadap militan yang berafiliasi dengan al-Qaeda.
Sebuah artikel opini di media pro-pemerintah Puntland Post mengatakan keputusan AS itu merusak reformasi keamanan yang telah dilakukan oleh pendahulu Presiden Mohamud.
Al-Shabab belum bereaksi terhadap pengumuman AS yang akan mengirimkan kembali pasukannya ke Somalia, tetapi telah menggambarkan pemimpin Somalia yang baru ini sebagai “boneka”.*