Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Pekan Kasus Cacar Monyet di Eropa Berlipat Tiga, Hampir Semua Gay

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Juli 2022 21:30 9:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juli 2022 21:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Eropa memperingatkan bahwa kasus cacar monyet di kawasan itu berlipat tiga hanya dalam kurun dua pekan dan hampir semua penderitanya adalah gay atau pria yang berhubungan seks dengan pria.

Pimpinan WHO Eropa Dr. Hans Kluge dalam sebuah pernyataan hari Jumat (1/7/2022) mengatakan perlu adanya peningkatan upaya penanggulangan terkoordinasi wabah itu, meskipun organisasi di bawah naungan PBB itu belum menyatakannya sebagai darurat kesehatan global, lansir Associated Press.

Sampai saat ini, ada lebih dari 5.000 kasus cacar monyet dilaporkan dari 51 negara di seluruh dunia yang biasanya tidak terdapat penyakit itu, menurut data U.S. Centers for Disease Control and Prevention. 

Kluge mengatakan jumlah infeksi di Eropa mencakup sekitar 90% total kasus global, di mana cacar monyet dilaporkan oleh 31 negara dalam wilayah kerja WHO Eropa.

Data WHO itu menunjukkan bahwa 99% kasus terjadi pada pria – mayoritas di kalangan pria yang melakukan hubungan seks dengan pria. Namun, dia mengatakan sekarang ada “sejumlah kecil” kasus penularan di dalam rumah tangga, termasuk anak-anak. Kebanyakan orang melaporkan gejala seperti ruam pada kulit, demam, lesu, sakit pada otot, muntah dan menggigil.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dari penderita cacar monyet di Eropa.

Di Inggris, di mana terdapat kasus terbanyak di luar Afrika, pihak berwenang mencatat bahwa penyakit itu merebak di kalangan gay, biseksual, atau pria yang berhubungan seks dengan pria. Otoritas kesehatan Inggris mengatakan sejauh ini belum ada tanda-tanda penularan berkesinambungan di luar kalangan tersebut.

Seorang penasihat WHO pada bulan Mei mengatakan bahwa lonjakan kasus cacar monyet di Eropa tampak berkaitan dengan kegiatan pesta-pora yang diselenggarakan kaum gay di Spanyol dan Belgia.

Sementara itu di Ghana, WHO mencatat kasus cacar monyet jumlahnya seimbang antara lelaki dan perempuan dan belum ada penularan terdeteksi di kalangan pria yang berhubungan seks dengan pria.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikabiseksualCacar monyetEropagayGhanaWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TikTok konten Tidak Bermoral TikTok Akui Perusahaan di China Bisa Akses Data Penggunanya di AS
Tulisan selanjutnya Punya Lima Pasang Anak Kembar, Pria Nigeria : Anak Berkah Tuhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?