Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas Pilot Marinir Amerika Dibayar untuk Melatih Pilot Tempur China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Januari 2023 21:13 9:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Januari 2023 21:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Amerika Serikat menuduh bekas pilot marinir Amerika Serikat Daniel Duggan menerima bayaran uang lebih dari $100.000 untuk melatih pilot-pilot tempur China mendarat di kapal induk. 

Dalam dakwaan yang diajukan di US District of Colombia, warga naturalisasi Australia itu menerima 12 kali pembayaran $9,900 atau $9,500, dengan kuitansi yang kebanyakan menyebutkan “pelatihan pengembangan pribadi”, lansir The Guardian Selasa (3/1/2023).

Dakwaan tersebut mengatakan pembayaran dilakukan oleh sebuah perusahaan China yang tidak disebutkan namanya, yang menurut pemerintah AS, “memperoleh peralatan militer dan data teknis untuk pemerintah dan militer RRC (Republik Rakyat China)”.

Dalam penjelasan dakwaan, Duggan disebut menegosiasikan syarat dan ketentuan jasa yang akan diberikannya dalam sebuah email bertanggal September 2012, saat berada di China, dan mengaku berharap anak-anaknya akan menikmati hasil kerjanya.

Duggan, 54,  dituduh memberikan pelatihan militer kepada pilot-pilot China di sebuah akademi uji terbang di Afrika Selatan yang mengharuskan para guru memiliki “pengetahuan dan pengalaman dalam penerbangan angkatan laut yang memenuhi standar NATO”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dikatakan pula Duggan bernegosiasi langsung dengan seorang berkewarganegaraan China untuk memberikan jasa tambahan kepada sebuah entitas milik negara China.

Jasa itu termasuk evaluasi pilot militer yang dilatih, pengujian peralatan yang berkaitan dengan penerbangan angkatan udara, pengetahuan tentang instruksi berkaitan dengan taktik, tehnik dan prosedur yang berkaitan dengan lepas landas dan pendaratan pesawat di atas kapal induk, papar isi dakwaan.

Baik Duggan maupun orang-orang yang bekerja sama dengannya tidak memiliki izin dari pemerintah AS untuk memberikan jasa pertahanan kepada negara asing, bunyi isi dakwaan.

Duggan menghadapi empat dakwaan, termasuk konspirasi untuk menipu Amerika Serikat dengan konspirasi untuk secara tidak sah mengekspor layanan jasa pertahanan ke China, konspirasi pencucian uang, dan dua tuduhan melanggar undang-undang ekspor senjata dan regulasi perdagangan senjata internasional.

Duggan ditangkap oleh kepolisian federal Australian di wilayah New South Wales pada 21 Oktober 2022 atas permintaan FBI.

Pada bulan Desember, pemerintah Australia menyetujui permintaan ekstradisi Duggan ke AS untuk menghadapi dakwaan hukum.

Pengacaranya, Dennis Miralis, bulan lalu mengatakan kliennya membantah telah melanggar hukum apapun baik itu hukum di AS, Australia maupun hukum internasional.

Otoritas AS meyakini Duggan, yang juga dikenal dengan sejumlah nama yaitu Ding San Xing, Din San Qing, DSQ atau Ivan, memberikan jasa “aviasi di China”.

Dokumen yang ada menunjukkan bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengirim email kepada Duggan paling dini pada 2008 untuk memberitahukan bahwa dia perlu mengajukan permohonan untuk mendapatkan otorisasi tertulis untuk memberikan pelatihan kepada angkatan udara negara asing.

Pada Desember 2010, otoritas AS menuduh pemilik bisnis asal China tersebut menyatakan Duggan akan memberikan presentasi bertajuk “Personal Development Training: The Fighter Pilot’s Guide to Mission Success”. Beberapa pekan setelah acara itu dia disebut menerima pembayaran $9.500.

Duggan juga dituduh pada Maret 2011 memberikan jasa asesmen yang mengkaji aspek-aspek program pelatihan kapal induk China dan pelatihan penerbangan yang berkaitan dengannya. Setelah jasa itu diberikan dia memperoleh bayaran satu bulan kemudian.

Dalam dakwaan Duggan dan 8 individu lain yang tidak disebutkan namanya terlibat dalam pemberian jasa pelatihan militer kepada pilot-pilot China. Salah satu dari mereka adalah seorang bekas anggota US Navy.

Beberapa dari tertuduh disebut menggunakan informasi palsu untuk mendapatkan sebuah pesawat latih T-2 Buckeye dari AS untuk dipergunakan dalam pelatihan di Afrika Selatan.

Duggan merupakan warga negara AS sampai suatu waktu di tahun 2012 ketika dia memperoleh kewarganegaraan Australia, karena itu dia masih bisa diadili berdasarkan hukum AS untuk tindakannya di China dan Afrika Selatan ketika masih berkewarganegaraan AS, menurut Donald Rothwell, profesor hukum internasional di Australian National University, lansir The Guardian Selasa (3/1/2023).

Penangkapan Duggan tersebut berbarengan dengan peringatan dari Australia dan Inggris perihal tawaran menggiurkan bagi para bekas pilot militer asing untuk melatih pilot tempur China.

Istri Duggan, Saffrine Duggan, menyebut tuduhan terhadap suaminya sebagai ketidakadilan bermotif politik dan bahwa suaminya merupakan korban dari pertikaian politik antara pemerintah Amerika Serikat dan China.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinaDaniel Duggankapal indukmarinirmiliterpilot
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perpustakaan Islam Yogyakarta, Bagaimana Nasibnya?
Tulisan selanjutnya Penemuan Bungkusan Mencurigakan yang Diduga Bom, Masjid Central Edinburgh Ditutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?