Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Ghana: Adzan Di-WhatsApp, Jangan Pakai Pengeras Suara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 April 2018 08:54 8:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 April 2018 08:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Untuk mengatasi polusi suara, pihak berwenang di Ghana ingin warga Muslim menggunakan WhatsApp dan bukan pengeras suara untuk pemberitahuan waktu shalat.

Lalu lintas kacau, banyak pengeras suara mengumandangkan musik dengan keras, teriakan pedagang kaki lima, suara orang berlalu-lalang melakukan aktivitasnya, merupakan bagian integral dari kehidupan di banyak kota besar di Afrika.

Namun di Ghana, masjid dan gereja dianggap memberikan sumbangan besar terhadap kebisingan.

Di ibukota Accra, pihak berwenang berusaha “membungkam” suara yang dimunculkan dari rumah-rumah ibadah, terutama masjid.

Masjid-masjid diminta untuk menggunakan aplikasi ponsel WhatsApp untuk memberitahukan Muslim perihal masuk waktu shalat, dan tidak menggunakan pengeras suara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mengapa ketika tiba waktunya shalat tidak dapat ditransmisikan dengan pesan teks atau WhatsApp? Jadi, para imam mengirimkan pesan WhatsApp kepada setiap orang,” kata Menteri Lingkungn Ghana Kwabena Frimpong-Boateng.

“Menurut saya itu akan mengurangi kebisingan. Ini mungkin kontroversial, tetapi itu adalah suatu hal yang bisa kita pertimbangkan,” kata menteri itu kepada Deutsche Welle Sabtu (14/4/2018).

Pemerintah berharap hal semacam itu dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mengurangi kebisingan.

Bagaimana pendapat Muslim setempat?

Syaikh Usan Ahmed, imam masjid di daerah Fadama, bertugas mengumandangkan adzan lima kali sehari. Meskipun dia setuju agar suara yang keluar dari pengeras suara dikurangi, tetapi menurutnya penggunaan sms dan WhatsApp akan berimplikasi ekonomi.

“Imam tidak mendapat gaji bulanan. Mereka punya uang untuk melakukan hal itu? Kami melakukan apa yang dapat dilakukan. Jadi pesan singkat atau pesan apapun tidak masalah. Namun, menurut saya hal itu tidak diperlukan,” kata Syaikh Ahmed kepada DW.

Beberapa warga Muslim yang berbicara kepada DW juga mengaku keberatan dengan usulan itu.

“Menurut saya tidak ada yang salah dengan Muslim bangun setiap subuh mengan menggunakan pengeras suara untuk mengumandangkan panggilan agar menyembah Tuhan mereka, karena di sini juga ada gereja-gereja yang menggunakan pengeras suara dan mereka juga menggelar ceramah subuh,” kata Nora Nsiah.

Seorang warga Accra bernama Kevin Pratt juga menolak usulan menteri Frimpong-Boateng. “Tidak semua orang menggunakan media sosial dan tidak semua orang dapat membaca seperti dirinya,” kata Pratt.

“Panggilan shalat bagi Muslim secara tradisi memang ditujukan agar menjangkau sejauh mungkin,” imbuh warga bernama Habiba Ali.

Pemerintah Ghana mengisyaratkan pihaknya akan menegakkan hukum guna meredam polusi suara di negaranya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Jangan Korbankan Persatuan Hanya Karena Beda Pilihan’
Tulisan selanjutnya Suara Penantang Jokowi Belum Menyatu, Tersebar di Banyak Tokoh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?