Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Dokter Aleppo: Tak Ada Waktu Bagiku untuk Bersedih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Mei 2016 07:34 7:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Mei 2016 07:34
Bagikan
dr.Bakri Mu'adz, bekerja di RS Al Quds, Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com–Pembunuhan brutal yang dilancarkan oleh Rezim Bashar Al-Assad, dalam dua pekan terakhir terhadap Kota Aleppo meninggalkan banyak kisah pilu.

Kali ini kesaksian datang dari seorang dokter yang sudah memasuki tahun keempatnya melayani masyarakat Aleppo. Dalam sebuah video wawancara berdurasi dua menit dan 31 detik, dr. Bakri Muadz menuturkan kisahnya.

“Saya bertugas di Aleppo sejak Jaisyul Hur (Tentara Pembebasan) menguasai kota ini tahun 2012 silam,” katanya mengawali cerita kepada Aljazeera, Rabu (04/05/2016).

Bakri Muadz adalah adik kandung dari dr. Muhammad Wasim Mu’adz. Seorang dokter anak yang mati dibunuh oleh Pesawat tempur rezim Nusyairiyyah. Wasim Muadz tewas bersama puluhan rekan dan pasien RS Al-Quds setelah sejumlah rudal  menghancurkan rumah sakit tersebut beberapa hari yang lalu.

Baca: Mengenang Wasim Mu’adz, Dokter Periang Dari Timur Aleppo

Bakri Mu’adz sendiri yang menguburkam jasad saudaranya. Namun, hanya berselang satu jam setelah pemakaman berlangsung, dia harus melakukan sebuah operasi organ dalam demi menyelamatkan nyawa korban lainnya. Sehingga tak bisa larut dalam kesedihan.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

“Masalah kami adalah, kami tidak punya waktu untuk bersedih. Bagaimana kami dapat larut dalam kesedihan sedangkan di depan kami ada nyawa yang harus diselamatkan?” katanya lagi.

RS Al Quds usai dibom Bashar aSaad
RS Al Quds beberapa saat usai dibom Rezim Bashar al Asaad [AFP]
Bersama saudara kandungnya itu, selama ini Bakri Muadz bekerja paruh waktu. Pagi hari di RS Hakim kemudian selepas Dzuhur di RS Al-Quds, keduanya terletak di bagian timur Kota Aleppo.

Menurut Bakri Muadz, selama bertugas di Rumah Sakit anak Al-Quds, dia menyaksikan sendiri, pesawat tempur Pemerintah Bashar Al-Assad menyerang rumah sakit tersebut mencoba menghancurkannya. Karena, menurutnya, “Rumah Sakit Al-Quds sangat ramai pasien. Sekitar lima puluh pasien berobat setiap harinya ke sana,” terangnya.

Bertahan Walaupun Dibidik

“Sebenarnya target penyerangan pemerintah adalah dokter. Karena jika mereka berhasil membunuh satu orang dokter saja, sama artinya berhasil membunuh seratus pasien,” katanya.

Dokter Suriah1
kegiatan dr. Bakri Mu’adz [Aljazeera]
Namun pun demikian, Bakri Muadz mengaku akan bertahan dan terus berjuang dengan keahlian medisnya.

“Insyaallah saya tetap di sini. Insyaallah saya akan menetap di Aleppo sampai pemerintah berhasil dikalahkan!” pungkasnya.*/MR Utama

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppobashar al assadNusyariyyahrumah sakitsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar Indonesia di Madinah Harumkan Bangsa dalam Lomba Hafalan Matan Kitab
Tulisan selanjutnya API: Dari Psikologi Islami ke Psikologi Islam (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?