Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Perempuan Suriah Berupaya Menikah Secara Virtual di Tengah Kesulitan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2018 14:32 2:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2018 14:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—“Saya menikah dengan seorang laki-laki yang saya tidak pernah bertemu dengannya. Usianya hampir dua kali usia saya, memiliki dua anak perempuan remaja dan tinggal di Rumania,” kata Zainab, 28 tahun, kepada Arab News, Sabtu (06/01/2018).

“Saya telah menunggu visa selama lebih dari tujuh bulan, jadi saya dapat berkumpul dengan suami saya,” katanya.

“Tidak ada pemuda yang tersisa di Suriah, jadi ini adalah satu-satunya kesempatan membentuk keluarga dan meninggalkan Suriah untuk menjadi warga negara di Eropa. Saya tidak melihat masa depan bagi saya di sini – setidaknya pernikahan ini memberi saya harapan.”

Zainab dan suaminya Imran, 54 tahun, berkenalan di Facebook. Mereka berkomunikasi melalui WhatsApp dan Skype selama sebulan sebelum mereka memutuskan untuk menikah dan melengkapi semua dokumen kemigrasian untuk pergi ke Rumania.

Pernikahan melalui proxy atau melalui Skype telah menjadi sangat populer di Suriah sejak perang meletus pada 2011.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Banyak di antara kaum pria yang telah terlibat dalam peperangan, sementara yang lain telah melarikan diri ke Eropa, Amerika atau negara-negara tetangga. Hal ini membuat kaum wanita muda mengambil jalan untuk melakukan pernikahan melalui proxy.

Baca: Inilah 5 Keutamaan Wanita Suriah

Pernikahan seperti itu mencapai sekitar 54 persen dari pernikahan sehari-hari di Suriah, kata hakim Mahmoud Al-Maarawi, yang memimpin pengadilan agama yang menangani urusan hukum Islam pribadi Muslim Suriah.

Beberapa pemudi lebih memilih untuk melakukan upacara pernikahan  melalui Skype, di mana hadir notaris berlisensi, orang tua mereka dan para saksi.

Setelah upacara pernikahan, sang istri atau pengacara mengambil akta nikah dan mendaftarkannya di pengadilan agar pernikahan tersebut resmi lalu mengurus dokumen keimigrasian.

Undang-undang yang mengatur masalah hukum Islam pribadi mengizinkan untuk mengirim surat kuasa resmi untuk pernikahan proxy, kata Al-Maarawi.

Baca: Video Wanita Tampar Tentara Suriah dan Memanggilnya Binatang jadi Viral

Siapa pun di dalam atau luar Suriah bisa mengirim surat kuasa kepada kenalan terpercaya, atau menunjuk pengacara untuk menandatangani aqad nikah bersama dengan istri atau walinya.

Awal tahun ini, Al-Maarawi mengatakan 70 persen perempuan di Suriah belum menikah – atau menjadi “perawan tua.”

Untuk memecahkan masalah ini, ia mengeluarkan sebuah pernyataan yang mendorong poligami, yang membuat marah banyak warga Suriah di sosial media.

Ghalia, manajer eksekutif di perusahaan asuransi  utama di Damaskus, mengatakan: “Dari pada mendorong solusi yang jauh lebih buruk daripada masalah itu sendiri, saya sarankan hakim Al-Maarawi mencari cara untuk memberdayakan perempuan di Suriah dan mempersiapkan mereka untuk menjadi lebih mandiri.”

Pengacara dan penulis Suriah Faten Derkiy mengatakan wanita setuju untuk menikah dengan pria yang mereka belum pernah bertemu “karena tekanan yang mereka hadapi dalam masyarakat yang menganggap setiap wanita yang belum menikah adalah perawan tua.”

Baca: Pilu di Aleppo, Perempuan Izin Bunuh Diri untuk Hindari Teror Pemerkosaan Tentara Bashar

Dia menambahkan: “Wanita-wanita itu juga barangkali mencari cara untuk meninggalkan Suriah mengejar mimpi menjadi warga negara di negara-negara yang lebih stabil dan makmur.”

Derkiy mengatakan: “Para pemuda sangat enggan untuk memikirkan pernikahan di saat keadaan ekonomi buruk. Tingkat inflasi yang tinggi, kurangnya kesempatan kerja, dan tingginya sewa akomodasi adalah alasan mereka menunda pernikahan.”

Untuk memecahkan masalah ini, Derkiy menyarankan pendirian lembaga yang memfasilitasi pernikahan dan menyediakan dana untuk pemuda pemudi yang ingin menikah, seperti yang telah dilakukan negara-negara Arab lainnya.

“Wanita harus didorong untuk mempunyai kesibukan melakukan sesuatu yang berguna dan meningkatkan diri, bukannya menunggu pernikahan,” katanya.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menikahNegara EropapengungsiPerang SuriahPerempuan SuriahperniakahsuriahVirtual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Krisis Da’i di Kepulauan Mentawai
Tulisan selanjutnya 7 Milisi Syiah Asal Afghan dan Pakistan Tewas di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?