Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Ribuan Warga Pro Bashar Rayakan Kemenangan Jatuhnya Aleppo Timur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Desember 2016 17:28 5:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Desember 2016 17:28
Bagikan
Ribuan warga Aleppo barat yang dikenal pro Rezim Bashar merayakan kemenangan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tentara Rezim Bashar al Asaad mengatakan Kota Aleppo telah sepenuhnya kembali ke kontrol setelah gelombang terakhir dari warga sipil dan kelompok oposisi dan pejuang pembebasan dievakuasi.

Diberitakan media AFP, Jumat (23/12/2016), warga pro Bashar ini memenuhi jalan-jalan di Aleppo barat Kamis, 22 Desember 2016 waktu setempat setelah militer Suriah mengumumkan seluruh kelompom oposisi telah meninggalkan wilayah Aleppo timur.

“Berkat darah martir dan pengorbanan pasukan bersenjata yang gagah berani, kami bersama pasukan sekutu berhasil membebaskan Aleppo timur…,” tulis kantor berita pro rezim Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA).

Pernyataan terbaru muncul setelah konvoi terakhir yang membawa milisi pembebasan dan keluarga mereka meninggalkan Aleppo Kamis malam, membuka jalan bagi pasukan Pro Rezim Bashar merebut kembali kontrol penuh dari kota tersebut, kata televisi Suriah.

“Empat bus terakhir yang membawa teroris (maksudnya pejuang oposisi, red) dan keluarga mereka tiba di Ramussa,” sebuah distrik di selatan Aleppo, yang berada di bawah kendali pasukan pemerintah kata media tersebut.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Di saat yang sama, ribuan orang di Kota Aleppo barat, Suriah, basis warga pendukung Rezim Bashar  merayakan kemenangan dengan turun ke jalan-jalan atas keberhasilan operasi rezim Bashar dibantu Rusia, Iran, dan milisi Syiah Hizbullah (Lebanon) merebut kembali Aleppo timur dari tangan oposisi.

“Kami telah menunggu lima tahun untuk ini. Kami telah menderita, dengan adanya pemberontak, kekurangan air dan padamnya listrik,” ujar seorang wanita berumur 29 tahun, Rana al-Salem yang tak kuasa menahan tangis.

4.000 Pejuang dan Kelompok pembebasan Ringgalkan Aleppo

Untuk merayakan kemenangan rezim Assad, warga kompak membunyikan klakson mobil-mobil mereka. Di antara warga yang memenuhi jalan-jalan, sebagian membawa gambar Assad atau bendera Suriah dan Rusia, yang membantu rezim Suriah dalam menghadapi pemberontak dengan melancarkan serangan-serangan udara.

“Pembebasan Aleppo tidak hanya kemenangan bagi Suriah tetapi juga bagi mereka yang benar-benar memberikan kontribusi untuk memerangi terorisme, terutama Rusia dan Iran,” kantor berita pro rezim, SANA mengutip Assad sebelum pengumuman militer, Kamis.

Sebagaimana diketahui, Aleppo timur yang baru saja jatuh ke tangan Bashar dan milisi Syiah asing sebelumnya dikuasai kelomopok oposisi dan kelompok pembebasan, sementara wilayah barat Aleppo sejak awal sepenuhnya dikontrol rezim keji Bashar al Assad.

Selama ini, pemberitaan hanya berfokus pada apa yang terjadi di sisi timur Aleppo, dimana serangan bertubi-tubi rezim Suriah dilakukan, terutama setelah masuknya tentara asing, dalam hal ini keterlibatan Rusia dengan menggunakan pesawat tempurnya dan bantuan tentara Iran dan milisi Syiah dari berbagai negara, termasuk milisi Hizbullah (Lebanon) pimpinan Hasan Nasrullah.

Perbedaan Aleppo Timur dan Aleppo Barat

Sementara Aleppo barat, yang didominasi warga pro Bashar al Assad  jarang diketahui.

Jacob Wirtschafter dan Gilgamesh Nabeel, dari USA Today belum lama ini menulis perbedaan mencolok situasi di Aleppo timur dan barat, termasuk dalam sebuah video. Di mana situasi Aleppo timur sangat memprihatinkan dengan banyaknya gedung yang hancur.

Sementara di sisi lain kota, yang dikuasai oleh rezim keji Bashar al Assad  situasi berjalan normal, layaknya kota-kota lain di dunia. Dalam tayangan video itu bahkan terlihat anak-anak sedang asik bermain di kolam renang publik di Aleppo barat.

Sejumlah wanita dengan anak-anak tengah berjalan-jalan di pusat kota , sama sekali tidak terlihat dampak adanya perang di belahan lain kota yang berjarak hanya beberapa kilometer dari tempat mereka.

“Situasi di sini, di Aleppo barat tak berubah dalam kurun 4 setengah tahun terakhir,” kata seorang warga Aleppo barat, Nabil Antaki, seperti dikutip dari USA Today. Dia mendengar bahwa banyak orang yang menderita di Aleppo timur, tetapi ia tidak pernah melihat langsung kondisi di Aleppo timur.

Warga pro-Assad yang tinggal di Aleppo barat bahkan dapat pergi berbelanja ke pasar setiap hari, di mana barang-barang kebutuhan sehari-hari masih tersedia. Hanya saja, harga kebutuhan menjadi semakin mahal karena perang. Warga Aleppo barat bahkan masih bisa menikmati liburan akhir pekan di Beirut, Lebanon, setelah menempuh 4 jam perjalanan.

“Jalan menuju Lebanon dibuka oleh pasukan kami sekitar dua bulan yang lalu,” kata Antaki.

Secara karakter, warga Aleppo Timur dan Aleppo barat juga berbeda. Aleppo timur didominasi warga Sunni yang taat,  sementara di Aleppo barat banyak kaum profesional dan Muslim yang lebih sekuler, berpendidikan, serta golongan menengah-atas.

Sejak pemberontak (istilah militer pro Bashar menyebut pejuang pembebasan) mengambil alih wilayah Aleppo timur tahun 2012, perbedaan menjadi semakinmencolok.

“Dengan kehadiran para milisi (di Aleppo timur), menjadi hal yang mustahil untuk tidak mengenakan jilbab di bagian timur,” kata sejarawan Souheil Lawand, seorang yang tinggal di antara kelompok-kelompok anti-pemerintah di Aleppo timur. “Namun, tak mengenakan jilbab adalah hal yang biasa saja di wilayah Aleppo barat,” lanjutnya. Warga pro Asaad inilah yang kini menampakkan kegembiraan atas jatuhnya Aleppo timur.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HizbullahKota Aleppomilisi SYiahrezim bashar al asaadsyiahWarga Aleppo baratwarga Aleppo timur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Kapolri Akhirnya Paham Jika Fatwa Haram Atribut Non-Muslim Hanya untuk Umat Islam
Tulisan selanjutnya Dubes AS di Turki Membantah Keras Keterlibatan Negaranya Dalam Pembunuhan Dubes Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?