Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

API: Dari Psikologi Islami ke Psikologi Islam (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Mei 2016 07:37 7:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Mei 2016 07:37
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: M Syamsul Arifin Munawwir

 

Senada dengan Tim, Ketua Umum API Prof Subandi menyatakan ada dua strategi untuk mengembangkan psikologi Islam, pertama, pengembangan psikologi Islami yang berangkat dari psikologi Barat yang mengintegrasikanya dengan Islam, misalnya terapi kognitif Islami, kebersyukuran Islami; kedua, pengembangan psikologi Islam yang berangkat dari konsep-konsep Islam yang dijabarkan dan diempiriskan. Dengan demikian, psikologi Islami berusaha melangitkan apa yang di bumi, seperti psikologi Barat, dan psikologi Islam berusaha membumikan apa yang di langit, seperti segala sesuatu yang berasal dari al-Quran dan Hadis. (uinsgd.ac.id, 1/3/16)

Perkembangan Psikologi Islam

Kini di berbagai perguruan tinggi Indonesia telah berkembang cukup banyak jurusan psikologi Islam dan terakreditasi BAN-PT (ban-pt.kemdiknas.go.id, 18/4/16). S1 psikologi Islam ada di UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Fatah Palembang, IAI Tribakti Kediri, dan STAIN Kediri. Lalu S3 Psikologi Pendidikan Islam ada di UMY Yogyakarta.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Adapula konsentrasi psikologi Islam seperti di S2 dan S3 studi Islam UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta; konsentrasi studi Islam dan psikologi di S2 UI Jakarta; muatan psikologi Islam di S1 dan S2 psikologi di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta; konsentrasi psikologi pendidikan Islam di S2 studi islam interdisipliner UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan kajian ilmiah psikologi Islam di UGM, Yogyakarta. Dalam bentuk mata kuliah psikologi Islam dan psikologi pendidikan Islam, lebih banyak lagi di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Seminar, konferensi, dan workshop psikologi Islam setiap tahun diselenggarakan, baik yang berskala nasional seperti Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP) dan National Conference on Islamic Psychology (NCIP), serta skala internasional seperti International Conference on Islamic Psychology (Iconipsy). Konsorsium Keilmuwan Psikologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam juga telah diresmikan di Yogyakarta pada 13 Agustus 2015. Buku-buku tentang psikologi Islam banyak ditulis, di antaranya oleh Djamaludin Ancok, Fuad Nashori, Hanna Djuhana Bastaman, Achmad Mubarok, Abdul Mujib, Subandi, Bagus Riyono, Aliah Purwakania Hasan, dsb.

Organisasi para psikolog dan ilmuwan psikologi Islam API juga menginisiasi Gerakan Indonesia Beradab (GIB), sebuah gerakan nasional untuk mengupayakan kembali Indonesia yang lebih beradab sesuai Pancasila dan menangani permasalahan degradasi moral Bangsa, seperti LGBT, pornoaksi, narkoba, korupsi, kriminalitas, dsb dengan pendekatan psikologi Islam.

Aktivis GIB terdiri dari ahli psikologi Islam, agama, hukum, dan lainnya. Presidium GIB, antara lain Dr Bagus Riyono (ketua), Adian Husaini, Prof Euis, Neng Djubaedah, Adriano Rusfi, Heru Susetyo, Fahira Idris, dr Fidiansyah, Aliah B. Purwakania, Elly Risman, Sukro Muhab, Mukhlis Yusuf, Rita Subagyo, dan Silih Agung Wasesa (republika.co.id, 18/3/16).

Di antara kiprah GIB untuk Bangsa adalah upayanya dalam membendung kampanye LGBT dengan menginisiasi pernyataan sikap bersama ratusan ormas dalam mendukung KPI melarang tayangan pro LGBT, serta mengisi berbagai seminar, diskusi, dan wawancara terkait LGBT di berbagai media massa cetak dan elektronik.

Dalam pengembangan psikologi Islam ke depan, API telah mengagendakan berbagai upaya penting, di antaranya standardisasi kurikulum psikologi Islam, penyusunan kompetensi psikologi Islam, pengembangan modul intervensi psikologi Islam, pendokumentasian literatur psikologi Islam, dan merintis penyusunan PPDGJ Islam.

Selain itu, pengembangan psikologi Islam perlu merangkul dan mengkader generasi muda yang memiliki rentang masa depan lebih panjang, sebagaimana pernah disampaikan ketua umum API yang pertama, Fuad Nashori (pikirdong.com, 10/9/13).

Orang-orang pesantren juga perlu diikutsertakan, karena menurut Prof Djamaludin Ancok, “orang pesantren itu sudah mapan dalam bidang keislaman, dan sangat pas untuk mendalami psikologi Islami dalam jenjang pendidikan selanjutnya. Sehingga saat mendalami psikologi, ia juga dapat merenungi dan membandingkan secara langsung teori psikologi dengan pandangan-pandangan al-Qur`an” (majalahqalam.wordpress.com).

Dengan demikian diharapkan psikologi Islam akan semakin berkembang maju dan semakin bermanfaat bagi bangsa dan agama, sebagaimana tema Pelantikan dan Raker API 2016 “Berkarya untuk Bangsa dan Agama”.*

Staf Ahli PP. Sidogiri Pasuruan dan Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Islam (API)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranhaditspsikologipsikologi Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dokter Aleppo: Tak Ada Waktu Bagiku untuk Bersedih
Tulisan selanjutnya Farid Okbah: Hadapi Syiah, Muslimin Dunia Harus Bersatu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?