Hidayatullah.com–Kota di pinggiran Damaskus menerima bantuan makanan untuk pertama kalinya sejak 2012 pada Kamis. Tetapi tidak lama setelah pejabat PBB meninggalkan distrik itu, rezim Suriah jatuhi rumah-rumah di sana dengan bom gentong.
Kota Daraya di pinggir Ibu Kota Suriah Damaskus yang dikepung selama beberapa tahun terakhir diserang dengan bom gentong tidak lama setelah kota itu menerima bantuan makanan untuk pertama kalinya.
Pejabat setempat melaporkan bahwa bom menghujani kota itu tidak lama setelah pekerja PBB meninggalkan wilayah tersebut.
Serangan terbaru pada Jumat itu terjadi beberapa jam setelah Bulan Sabit Merah Suriah Arab dan PBB mengirim bantuan untuk pertama kalinya ke wilayah yang diduduki oleh pejuang sejak 2012, demikian kutip CNN, Sabtu (10/06/2016).
Berita setempat melaporkan bahwa Dewan Kota Daraya memposting di halaman Facebook mereka, dimana dewan kota melaporkan bahwa setidaknya 18 bom gentong dijatuhkan pada jam 9 pagi dan 12 malam waktu setempat.
Bantuan makanan dapat mencapai Daraya pada malam Kamis setelah persetujuan dari rezim Suriah yang memberikan akses ke 15 dari 19 wilayah di Suriah yang mereka kepung.
Setelah itu pada Jumat, PBB mengatakan bahwa rezim Suriah tidak memperbolehkan mereka memasuki Zabadani, sebuah kota di dekat Damaskus dan al-Waer di kota Homs.
Keputusan rezim Suriah memperbolehkan para pekerja kemanusiaan datang setelah desakan dari PBB untuk mengirimkan bantuan lewat udara ke wilayah-wilayah yang terkepung.
Pengiriman bantuan makanan dan obat-obatan ini diharapkan memberi sedikit mengurangi beban dari sekitar 4.000-8.000 penduduk yang kelaparan dan terluka karena perang.
Video dan gambar-gambar dari bantuan makanan ke kota itu telah muncul di beberapa channel media sosial, yang salah satunya menunjukkan pejabat Program Pangan Dunia mengatakan bahwa 480 paket makan telah dikirimkan. Bantuan itu diharapkan dapat memberi makan sekitar 2.400 orang untuk sebulan.
“Suplai bahan dasar sangatlah sulit, jadi sebagai konsekuensinya harga dari bahan dasar itu sendiri sangatlah tinggi di manapun bahan dasar itu didapatkan,” seorang pejabat WFP mengatakan dalam sebuah video yang diposting oleh aktivis.
“Sebagai hasilnya, kebanyakan dari keluarga hanya makan dengan satu lauk, yang sepenuhnya tidak dapat disebut lauk, setiap harinya.”
Pengiriman bantuan pada Jumat itu terjadi seminggu setelah Komite Internasional Palang Merah, SARC dan PBB mengirim obat-obatan, vaksin dan formula bayi ke wilayah itu, bukan makanan.
Menurut PBB, ada sekitar 592.700 orang di Suriah yang hidup di bawah pengepungan. Mayoritas dari jumlah ini dikepung oleh pasukan yang loyal kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Pada Januari, pengepungan di Madaya menyebabkan lusinan orang meninggal karena kelaparan sehingga memicu kemarahan publik yang memaksa bantuan PBB untuk bertindak.
Dalam video, foto dan pengakuan penduduk setempat, mereka terpaksa memakan anjing dan membuat sop dari dedaunan yang berasal dari pohon – yang tidak mempunyai nilai gizi – untuk menahan lapar.*/Nashirul Haq AR