Hidayatullah.com–Dua orang tewas dalam serangan udara yang dilakukan dari wilayah udara Libanon yang menyasar sebuah fasilitas militer di Hama.
Jet-jet tempur Israel telah menyerang sebuah fasilitas militer di Suriah barat, menewaskan dua orang, menurut seorang komandan Suriah yang dikutip kantor berita SANA (Syrian Arab News Agency).
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa serangan udara itu menyebabkan kerusakan material di dekat kota Masyaf dan memperingatkan untuk melawan “dampak berbahaya dari tindakan agresif terhadap keamanan dan stabilitas kawasan ini”.
Serangan udara itu, kata SANA, akan membuat para kelompok milisi di Suriah semakin berani melawan pemerintah.
Wartawan Aljazeera, Mohammad Jamjoom yang melaporkan dari Beirut mengatakan bahwa sementara pemerintah Israel tidak berkomentar, media Libanon melaporkan bahwa mereka melihat pesawat-pesawat tempur Israel melanggar wilayah udara Libanon sekitar jam 2: 30:00 waktu setempat (11:30 GMT).
Perspektif Israel
Seorang juru bicara militer penjajah Israel menolak untuk membahas laporan serangan udara tersebut. Namun, Yaakov Amidror, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional negara tersebut, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel pada hari Kamis bahwa serangan udara tersebut sebagai upaya melemahkan Iran dan Hizbullah, kelompok bersenjata Libanon, yang beroperasi di Suriah.
“Kami tidak turut campur masalah siapa yang akan memerintah di Damaskus; kami turut campur masalah kekuatan Iran dan Hizbullah yang akan berada di wilayah tersebut,” kata Amidror.
Baca: 16 Orang Tewas, 50 Cedera dalam Serangan Terbaru di Suriah
Aljazeera mengatakan bahwa sementara penjajah Israel jarang membahas aktivitas militer mengenai Suriah, tapi sebelumnya mereka “mengkhawatirkan proliferasi senjata kimia”.
“Lebih sering, mereka berkomentar mengenai fakta bahwa mereka telah mencoba mencegah pengiriman senjata dari Iran dan sampai ke pangkalan Hizbullah di sini di Libanon, atau kepada para pejuang Libanon pendukung pemerintah Suriah dan pasukan di dalam wilayah Suriah,” katanya sebagaimana dilansir Aljazeera, Jum’at (8/9/2017).
Masyaf adalah sebuah kota di provinsi Hama di Suriah barat, sekitar 60 km timur kota pesisir Tartus, tempat di mana pangkalan angkatan laut Rusia berada.
Kelompok Pemantau Hak Asasi Manusia di Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan lokasi yang disasar oleh Israel adalah sebuah pusat penelitian yang dikenai sanksi oleh AS sebagai bagian dari agen senjata non-konvensional Suriah.
Gas Sarin
Sebuah laporan kantor berita AFP mengatakan angkatan bersenjata Suriah mengoperasikan sebuah fasilitas militer di utara Masyaf yang mencakup sebuah kamp pelatihan dan cabang dari Scientific Studies and Research Center (SSRC).
AS telah menuduh SSRC mengembangkan senjata gas Sarin yang diduga digunakan dalam serangan kimia di kota Suriah Khan Sheikhoun pada bulan April lalu yang menyebabkan puluhan orang tewas.
Pada hari Rabu, para penyelidik kejahatan perang PBB mengumumkan bahwa mereka memiliki “kumpulan informasi yang luas skupnya” yang mengindikasikan bahwa pesawat-pesawat tempur Suriah berada di balik serangan tersebut.
Angkatan bersenjata Suriah tidak menyebutkan SSRC dalam pernyataannya. Pemerintah Suriah telah menolak tuduhan penggunaan senjata kimia di Khan Sheikhoun.*/Abd Mustofa