Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Langsung dari Gaza

Hanya di Gaza: Tentara dan Polisi Berunjuk Rasa Membela Rakyat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 April 2012 14:02
Bagikan
Bagikan

Kami berjanji tidak akan berhenti berjuang membebaskan para tawanan dengan izin Allah. Foto: Sahabat Al-Aqsha

JALUR GAZA, Rabu (Sahabatalaqsha.com): Di seluruh dunia Arab yang setahun setengah terakhir ini digembirakan oleh revolusi, banyak orang yang sedang cemas menghadapi arus kontra-revolusi. Yaitu berbaliknya kekuatan-kekuatan lama untuk kembali menindas rakyat dengan cara baru.

Di Gaza, revolusi menghadapi penjajah Zionis Yahudi tak pernah berhenti, dengan segala cara. Tentara, polisi, pemimpin dan seluruh rakyat, sama-sama bergerak dengan satu kata: perlawanan (al-muqawamah).

Salah satunya, kemarin kami menyaksikan, lebih dari satu SSK (satuan setingkat kompi) polisi dan sekelompok polisi militer, lengkap dengan para komandan tertingginya, berunjuk rasa di depan Markas Palang Merah Internasional di tengah Madinah Gaza.

Baca Juga

MUI Apresiasi Pertemuan OKI Bahas Masjid Al-Aqsha yang Dinodai ‘‘Israel’’
Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini
Gaza Memulai Upaya Inokulasi di Tengah Kekurangan Vaksin Covid-19
Indonesia Bisa Terima Miliaran Dollar Dari Amerika jika Normalisasi dengan ‘‘Israel’’
Gaza Cabut Pembatasan Covid-19, Masjid hingga Pasar Dibuka Kembali

Mereka menunjukkan solidaritas kepada ribuan tawanan Palestina di penjara-penjara Zionis, yang sudah dua bulan lebih melakukan aksi mogok makan, memprotes berbagai perlakuan biadab atas mereka.

“Baru pertama kali nih seumur hidup, lihat tentara dan polisi berunjuk rasa membela rakyat,” komentar Amirrul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha sambil mengarahkan kameranya.

Tim Sahabat Al-Aqsha (SA2Gaza) diundang untuk ikut serta dalam unjuk rasa ini. Ditemani seorang perwira polisi penerangan Gaza, jam 10.30, kami tiba di halaman sebuah komplek pertemuan di pinggir pantai Mediterania yang indah yang diberi nama Al-Huda Resort. Tempat ini milik Kementerian Dalam Negeri Palestina.

Sambil menikmati angin pantai yang segar, kami mendengarkan penjelasan Islam Syahwan, Direktur Penerangan Keamanan Dalam Negeri pada Kementerian Dalam Negeri Palestina, “Kementerian kami bertanggung jawab bukan saja urusan administrasi kependudukan, melainkan juga menggerakkan setiap rumah agar selalu siaga menghadapi berbagai gangguan dan ancaman dari dalam maupun dari luar.”

(Dari kanan ke kiri) Wakil Mendagri Kamil Abu Madhy, Panglima Pasukan Keamanan Nasional Mayjen Abdullah Jamal, Panglima Pasukan Pertahanan Rakyat Brigjen Yusuf Zahhar, dan Abu ‘Adil Azzam veteran mujahidin Palestina di Afghanistan. Foto: Sahabat Al-Aqsha

Sambil menunggu berkumpulnya seluruh peserta unjuk rasa, kami diajak duduk di kursi-kursi plastik di sebuah tenda warna-warni. Di situ sudah ada Brigadir Jenderal Yusuf Zahhar, Direktur Pasukan Pertahanan Rakyat (Difa’ Madani) yang berseragam dan berbaret hitam.

Lelaki gagah tinggi besar dan berjenggot itu menyalami kami dengan ramah. Panglima tertinggi pasukan yang melibatkan semua lelaki berusia 18 tahun ke atas di Palestina itu adalah adik kandung Dr. Mahmud Zahhar, bekas Menteri Luar Negeri Palestina, salah satu arsitek strategi pembebasan Jalur Gaza.

Sudah hadir juga Brigjen (purn.) Abu ‘Adil Azzam, kerabat almarhum Syeikh Abdullah Azzam yang berjihad bersamanya di Afghanistan. Abu ‘Adil pernah dipenjara Zionis Yahudi selama 11 tahun.

Tak lama kemudian tamu-tamu lain dari kalangan pemimpin berdatangan. Yaitu Mayor Jenderal Jamal ‘Abdullah atau akrab dipanggil Abu ‘Ubaydah Al-Jarrah, Direktur sekaligus Panglima Pasukan Keamanan Bangsa (Amn Wathaniy) Palestina. Juga Kamil Abu Madhiy, Wakil Menteri Dalam Negeri Palestina.

Mereka inilah tokoh-tokoh Hamas yang ditugaskan menempati pos-pos pemerintahan yang diamanahkan rakyat Palestina kepada mereka sejak tahun 2006. Kedudukan mereka serta seluruh lembaganya merupakan tandingan atas pemerintah Otorita Palestina yang didukung Zionis Yahudi dan Amerika Serikat.

“Ahlan wa Sahlaaan… Apa kabar? Sudah berapa lama di Gaza?” Mayjen Abu ‘Ubaydah Al-Jarrah menyalami SA2Gaza sambil tersenyum ramah.

Tak lama kemudian, rombongan unjuk rasa bergerak, sebagian besar berjalan kaki, sebagian kecil dengan kendaraan termasuk bis. Jarak dari tempat itu ke Markas Palang Merah Internasional di pusat kota tak sampai satu kilometer.

Setibanya di tempat yang dituju, seluruh rombongan berjalan kaki. Para pemimpin Kementerian Dalam Negeri memasuki tenda protes yang didirikan rakyat Palestina persis di trotoar yang berdempetan dengan Markas Palang Merah Internasional.

Tenda yang berbentuk memanjang itu dipenuhi puluhan kursi plastik dan spanduk-spanduk bergambar wajah para tokoh pejuang Palestina dari berbagai faksi: Fatah (PLO), Front Popular Rakyat Palestina, Jihad Islam, Hamas, dan lain-lain…

Sekelompok kecil pemuda nampak agak rikuh duduk persis di depan para pemimpin pemerintah Hamas. Salah seorang diantaranya yang berpenampilan mirip seorang artis menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dalam-dalam.

Seseorang berbisik kepada kami, bahwa pemuda-pemuda itu dari gerakan Fatah yang masih tersisa di Gaza.

Dipimpin seorang pemuda bersuara lantang yang berbicara lewat pengeras suara yang sempurna, acara berlangsung ringkas, khidmat, dan tegas.

Acara dimulai dengan sambutan tunggal oleh Islam Syahwan, Direktur Penerangan Keamanan Dalam Negeri. Islam menyebutkan nama-nama tokoh tawanan dari semua faksi perjuangan termasuk Marwan Barghouti dari Fatah (PLO), dan terutama insinyur Al-Qassam yang sangat masyhur Hasan Salamah yang dihukum oleh pengadilan Zionis Yahudi dengan hukuman penjara 1750 tahun.

Tawanan lain, ‘Abdullah Al-Ghautsaniy dihukum lebih dari 6000 tahun hukuman penjara.

Satu regu polisi militer Gaza ikut unjuk rasa dan memekikkan Ikrar. Foto: Sahabat Al-Aqsha.

Unjuk rasa itu dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh semua yang hadir sambil berdiri. Beberapa orang staf Palang Merah Internasional berkebangsaan asing yang juga hadir, ikut berdiri meski nampaknya tak semua memahami isi ikrarnya.

Bait demi baik “Ikrar untuk Para Tawanan” yang dibacakan oleh pembawa acara itu, diikuti oleh sekitar dua ratus orang yang hadir, termasuk satu regu pasukan polisi militer berbaret merah bersenjata lengkap, yang laras-larasnya ditundukkan ke tanah, isyarat damai tapi waspada.

“Kami berjanji…
tidak akan pernah
mendiamkan para tawanan sendirian…
dengan izin Allah!!!”

“Kami berjanji…
tidak akan pernah
berhenti berjuang
sampai para tawanan
bebas seluruhnya…
dengan izin Allah!!!”

Demikianlah diantara bait-bait janji yang digemuruhkan para pengunjuk rasa ke atas langit biru cerah yang menaungi mereka. Matahari bersinar lembut di atas Gaza, diiringi angin pantai Laut Tengah yang masih sejuk di bulan April.

Janji tadi dibacakan oleh ribuan orang, yang setiap hari berganti-gantian datang ke depan Palang Merang Internasional. Murid-murid sekolah, pegawai, persatuan guru, persatuan olah raga, persatuan pengajian ibu-ibu, semuanya datang setiap hari bergantian dan berunjuk rasa.

Sesudah janji dibacakan, unjuk rasa selesai, pasukan dari berbagai kesatuan itu, terutama Pertahanan Rakyat, dengan tertib meninggalkan lokasi.

Ngomong-ngomong soal tawanan, jadi teringat Ghilad Shalit. Beberapa bulan yang lalu kopral Zionis itu dipakai oleh para pejuang Palestina di Gaza untuk memaksa Zionis membebaskan 1.027 orang tawanan Palestina. Ghilad diculik 5 tahun sebelumnya dari dalam tank-nya saat menyerang rumah-rumah rakyat Gaza.

Di tempat lain selain Gaza, orang berjanji dan bersumpah, baru setelahnya berusaha menunaikan janjinya. Tidak sedikit orang yang tak menunaikan janjinya, dan tak merasa bersalah. Di Gaza orang menunaikan janji dulu dengan sempurna, baru meneriakkan janjinya. Terutama kepada para tawanan di penjara-penjara…

Pantas lah negeri ini diberkahi Allah, dan kemenangan demi kemenangan dipetik berbunga-bunga. Karena setiap kata dan janji yang diucapkan, tidak cuma ditunaikan, tapi dijihadkan dengan darah dan nyawa.* (Sahabatalaqsha.com)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaold migratepalestinayahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ayat-Ayat Anti Galau
Tulisan selanjutnya Alasan Toleransi, Pastor Ikut Jadi Panitia MTQ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Langsung dari Gaza

2 Nelayan Gaza Tewas Ditembak Tentara Mesir Saat Melaut

28 September 2020 09:33
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Hamas Umumkan Kesepakatan Akhiri Agresi ‘Israel’ di Gaza

1 September 2020 08:59
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Israel Kembali Gempur Gaza dengan Serangan Drone dan Pesawat Tempur

28 Agustus 2020 20:57
Langsung dari Gaza

Empat Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan ‘Israel’ di Gaza

26 Agustus 2020 12:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?