Meski Menteri Kehakiman (Menkeh) dan HAM Yusril Ihza Mahendra telah menjamin tidak akan ada ekstrasidi, namun, isu akan dibawanya Abu Bakar Baasyir ke luar negeri terus meluas di kalangan Islam. Isu ekstradisi Baasyir ke luar negeri yang meresahkan kalangan Islam ini disampaikan oleh Tamsil Limrung Kamis, (31/10/02) kemarin di Jakarta. Menurut Tamsil, walau sebelumnya Menkeh dan HAM, Yusril Ihza Mahendra telah memberi jaminan, toh sejumlah ormasl Islam merasa ragu. Keraguan ormas Islam ini akibat munculnya pernyataan Kepala Bidang Umum Mabes Polri Kombes Polisi Prasetyo yang mengungkapkan bahwa kewarganegaraan Baasyir telah gugur lantaran selama lima belas tahun pergi ke luar negeri tanpa melapor ke KBRI. “Kita melihat satu bukti, bahwa, ada seorang warga negara Indonesia yang sudah jelas-jelas diperlakukan seperti itu. Yaitu Al Faruq. Berdasarkan bukti-bukti yang telah disampaikan oleh istrinya bahwa dia itu memiliki KTP, memiliki passport, memiliki akte kelahiran Indonesia. Kalaupun ini dikatakan palsu, kan masih bisa diperdebatkan. Dan masih memerlukan waktu apakah ini palsu atau tidak. Tapi kenapa orang seperti ini buru-buru di ektradisi ke Amerika”, kutip Tamsil sesaat setelah pertemuan dengan sejumlah ormas Islam di Jakarta, kemarin. Menurut Tamsil, sejumlah ormas Islam juga menilai, bila ekstradisi terhadap Baasyir itu terjadi, maka, ormas Islam akhirnya semakin membenarkan, bila organisasi yang disebut Jamaah Islamiyah nyata-nyata rekayasa Barat untuk menempatkan posisi Islam bukan lagi musuh Barat, namun telah disengaja dibelokkan menjadi musuh kemanusiaan. Kendati masih simpang siur, namun isu akan adanya ekstradisi Baasyir itu telah cukup meresahkan beberapa kalangan Islam Surabaya. Dalam pertemuaannya dengan beberapa kiai dan tokoh Islam di masjid Mujahidin Surabaya lalu, beberapa kiai dan tokoh Islam Surabaya dan Madura yang tergabung dalam Assoum (Aliansi solidaritas umat Islam Surabaya) mencurigai adanya rekayasa membawa Baasyir ke luar negeri dengan alasan keperluan mengkonfrontir Baasyir dengan Umar Al Faruk Bila hal itu terjadi, maka para tokoh Islam ini mengenarai, Baasyir pasti tidak kembali lagi ke Indonesia. “Saya kira, sekenarionya Ustadz Abu akan dikonfrontir ke Al faruq. Jika itu terjadi, maka dia tidak akan bisa kembali lagi”, kata Anshory Abu Jihan, juru bicara Assoum. (antv/cha)