Hidayatullah–Keraguan banyak orang bahwa Amrozy pelaku pembuat bom dasyat dalam tragedi Bali mulai dirasakan banyak orang. Juru bicara Tim Pencari Fakta (TPF) Amrozi, Isa Anshory, Minggu (17/11) mengemukakan pada Hidayatullah.com agar Polri berbesar hati membuktikan informasinya yang telah disebar ke masyakat bila benar Amrozy adalah pelaku utama pembuat bom dasyat yang telah menewaskan ratusan orang. TPF meminta kesediaan Polri untuk melakukan rekontruksi ulang pada Amrozi bila benar bisa membuat bahan dasyat yang dituduhkannya itu. TPF juga meminta kebesaran hati Polri untuk mengundang tim independen yang didalamnya berisi para ahli yang sangat mengetahui proses pembuatan bom dasyat tersebut. Tim yang diajukan TPF diantaranya; Ahli kimia, atau instansi resmi yang sangat mengetahui cara dan proses pembuatan bahan peledak dasyat, seperti Batan atau dari BPPT. “Datangnkanlah Tim Independen yang terdiri dari peneliti dari Batan, BPPT, UI, atau dari UGM”, kata Anshory. Dengan demikian, menurut Anshory, masyakat tahu, bagaimana cara dan proses Amrozy membuat bom dasyat yang dituduhkan padanya disaksikan para ahli. Bukan hanya pada polisi. Pro kontra perlunya rekonstruksi ulang bom Bali terus bergulir. Juru bicara Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan kepada detik.com juga meminta kesediaan Polri untuk digelar rekonstruksi ulang bom Bali. ?Rekonstruksi ulang perlu sekali dilakukan asal jangan hanya sekadar serimonial saja. Kita akan mengusulkan itu nanti kepada tim penyidik Polri di Bali,? kata Achmad. Achmad mengatakan, rekonstruksi dilakukan dengan maksud untuk merecek ulang apakah benar bom Bali itu merupakan hasil rakitan Amrozi atau bukan. Pasalnya, bom Bali itu dikategorikan ledakan high eksplosive yang mengandung C 4 dan TNT sedangkan Amrozi hanya mampu membuat bom rakitan. Jadi kekuatan ledakan inilah yang harus diteliti ulang. Sebelunya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais juga menuntut hal sama. Amien yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta Polri untuk merekuntruksi pengakuan Amrozy secara transparan agar citra polisi selamat dari kecurigaan. “Temam-teman saya yang sarjana kimia saja tidak bisa bom sedasyat itu. Apa iya Amrozy ini anak pesantren yang cerdas dan dapat ilmu laduni dari langit sehingga bisa bikin bom. Who knows, ” ujar Amien dengan nada ragu. Keraguan banyak orang ini muncul setelah adanya pengakuan Amrozy sebagai pelaku pembuat bom yang dikategorikan bom peledak high eksplosive yang diperkirakan adalah mikro nuklir (micro nuke). Sedangkan kemungkinannya, Amrozi hanyalah mampu membuat bom rakitan. (dtc/kcm/cha)