Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, akhirnya memutuskan untuk ikut campur menyelesaikan perseteruan antara Choirul Anam (Ketua DPW PKB Jatim) dengan KH Muttawakil Alallah (wakil ketua PWNU). Dalam waktu dekat, keduanya akan dipertemukan dalam sebuah forum islah. Pertemuan itu akan dijembatani Rois Suriyah NU Jatim KH Masduqi Mahfudz di depan sejumlah kiai sepuh lainnya. Perseteruan Anam dengan KH Muttawakil mencuat saat digelar acara istighotsah nasional di lapangan Makodam V Brawijaya 9 Maret lalu. Saat itu, Anam dipanggil KH Masduqi Mahfudz lantaran ada isu suap di lingkungan DPW PKB Jatim. Anam dikabarkan menerima suap sebesar Rp 8 miliar untuk memuluskan jalan HM Santoso menjadi Bupati Bojonegoro. Anam akhirnya minta KH Masduqi untuk mengumpulkan semua orang yang telah ngomong soal suap itu. Setelah diurut, akhirnya ketemu bahwa orang yang pertama kali melontarkan kabar suap itu adalah KH Muttawakil Alallah. Beberapa hari lalu, Anam melaporkan KH Muttawakil ke Polda Jatim dengan alasan tidak melihat itikad baik KH Muttawakil untuk menyelesaikan masalah itu secara internal. “Kami selaku pengurus PWNU tentu merasa prihatin dengan masalah ini. Mestinya masing-masing pihak tidak pelu emosi. Apalagi sampai salah satu pihak lapor ke polisi,” kata ketua PWNU Jatim, Ali Maschan Moesa kemarin. Keputusan untuk mempertemukan Anam dan KH Muttawakil, menurut Ali Maschan telah disepakati dalam rapat PWNU, Sabtu lalu. Saat itu, rapat dihadiri hampir seluruh pengurus PWNU, termasuk KH Muttawakil Alallah. “Kami sepakat untuk segera mempertemukan keduanya dengan mediator KH Masduqi. Mudah-mudahan persoalan ini bisa diselesaikan secara internal, tidak perlu sampai melibatkan pihak luar apalagi kepolisian,” kata Ali Maschan. Dalam rapat itu, para kiai juga meminta agar KH Muttawakil memilih bersikap diam terlebih dulu sampai pertemuan islah itu dilakukan. Nantinya, lanjut Ali Maschan, KH Masduqi sendiri yang akan memanggil Anam untuk datang dalam pertemuan islah. “Kami ingin kedua belah pihak menahan diri. Tapi mungkin Anam punya pertimbangan lain. Makanya ini harus diselesaikan secepatnya dengan bantuan KH Masduqi,” tandas Ali Maschan. Sebelumnya, kedua belah pihak saling berbantah dan beradu tantangan secara resmi dengan difasilitasi media massa lokal. Inikah profil pemimpin masa depan kita? (JP/Cha)