“Saya minta Depag menegur TV yang menayangkan acara tak bermoral,” kata Wapres saat bersilaturahmi dengan alim ulama, Ormas Islam dan birokrat se-Kabupaten Cianjur di Masjid Jami Al-Misbah, Cianjur, Jawa Barat, Jumat(20/6). Pada saat silaturahmi tersebut, salah seorang peserta sempat mengeluhkan acara-acara di televisi yang dianggap kurang bermoral. Wapres berharap ada peraturan pemerintah yang berisi tayangan di televisi harus sesuai dengan moral, agama, dan pendidikan. “Karena pendidikan kita bertujuan agar terbentuk iman, takwa, dan akhlak yang mulia, maka yang bertentangan dengan itu harus dihapus. Tidak ada lagi tayangan yang bertentangan dengan moral bangsa,” katanya. Ia juga berharap tayangan televisi yang kurang bermoral tersebut tidak ada lagi dengan adanya UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Selain itu, katanya, saat ini RUU Pornografi juga sedang dibahas di DPR. Wapres mengatakan, maraknya tanyangan yang dinilai kurang bermoral tersebut antara lain karena kebebasan yang tanpa batas. Indonesia, katanya, bahkan menjadi lebih liberal dari negara yang menganut faham liberal. “Koran-koran di Indonesia juga sudah sangat bebas,” katanya seraya menambahkan, Malaysia dan Singapura saja tidak seperti di Indonesia dalam siaran televisinya. Indonesia, katanya, luar biasa bebas. Namun, Hamzah tidak menyebutkan siaran-siaran televisi apa saja yang dianggapnya tidak bermoral. Ant/amz