Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Privatisasi Air Mulai Undang Kecaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2004 08:56 8:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2004 08:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi misalnya, sangat menyesalkan dan menolak keputusan DPR itu. “Saya sangat tidak setuju dengan privatisasi air itu,” kata Hasyim, sepeprti dikutip koran Tempo, Jum’at (27/2). Bahkan, Ketua pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan, Iskandar Sitorus, mengatakan UU SDA tidak akan membuat masyarakat menjadi sehat, justru akan menyengsarakan masyarakat. “Karena air sudah dikuasai sekelompok orang yang memiliki modal,” kata Iskandar, di Jakarta, Kamis (26/2). Hasyim menegaskan, segera menyurati Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menunda pemberlakuan UU SDA dan jika perlu dibatalkan. “Ditunda sampai didapat hasil kajian paling komprehensif dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah sendiri,” kata Hasyim. Alasannya, walau undang-undang tidak menyebut privatisasi, pasal-pasalnya jelas mengarah pada penguasaan air untuk industri dan bentuk-bentuk komersialisasi lainnya. “Undang Undang itu sangat berpihak pada penguasaan air oleh pihak swasta. Tentu saja nantinya akan terjadi komersialisasi air dan sumber-sumber daya air yang ada. Kalau dibiarkan terus, penggunaan air akan bergeser dari kebutuhan pertanian dan masyarakat menjadi kebutuhan industri dan komersialisasi. Petani yang sebenarnya pahlawan pangan, disuruh membeli air? Sungguh tidak adil!” kata Hasyim. Pendapat lain dikatakan Iskandar. Dari segi kesehatan, UU SDA menjadi sangat berbahaya. Karena orang tidak akan puas menggunakan air, lantaran biayanya mahal. “Orang akan irit menggunakan air, karena tidak mampu membeli air. Padahal dua per tiga tubuh manusia terdiri dari air,” kata Iskandar. Apalagi, format dan standar air bersih atau hygienis belum ada. Tidak heran, bila tugas Departemen Kesehatan diambil alih oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang kemudian mengeluarkan peraturan tentang air. Kekeliruan itu mengakibatkan air yang seharusnya dikelola negara, justru dikelola kalangan kapitalis yang berorientasi pada bisnis semata. “Sebaiknya pemerintah tidak membuat UU SDA,” kata Iskandar. Hanan Soeharto, praktisi hukum juga menyesalkan dukungan Departemen Kesehatan serta Perindustrian dan Perdagangan terhadap privatisasi air. “Air bersih atau hygienis tidak lepas dari kebutuhan sehari-hari. Kenapa Depkes dan Deperindag tidak memikirkan kepentingan orang banyak?” kata Hanan. Beberapa saat lalu, DPR telah menyetujui untuk mengesahkan Rancangan Undang Undang Sumber Daya Air (RUU SDA) menjadi Undang Undang SDA. AIR merupakan sumber hidup dan kehidupan seluruh makhluk di muka bumi. Itu bisa dilihat dari fakta bahwa 70 persen permukaan bumi tertutup air dan dua per tiga tubuh manusia terdiri dari air. Menurut data, Indonesia pada 1990 punya potensi air/jiwa/tahun sekitar 15.523 m3 dan aliran mantap sebesar 3.880 meter/jiwa/tahun. Sedangkan di pulau Jawa tahun 1990 punya potensi air/jiwa/tahun 1.475 m3 dan aliran mantap 368,75 meter kubik /jiwa/tahun. Di sebagian besar wilayah Indonesia sumber daya air hingga tahun 2020 diperkirakan masih dalam status aman. Tapi untuk Jabotabek termasuk DKI Jakarta sudah dalam status kritis. Wilayah lain yang berada dalam status kritis adalah Kodya/Kab Cirebon, Indramayu, Purwakarta, Karawang, Sidoarjo, Bantul (DIY), Lamongan, serta Gianyar. Sementara itu, wilayah dalam status waspada sumber daya air Aceh Utara, Deli Serdang, sebagian besar Kabupaten di Jawa, Madura dan Bali, Bogor( 2020), Cianjur (2010) Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Sukoharjo,Jombang,Lamongan,Ngawi, Madiun, Nganjuk, Kediri, Trenggalek, Banyuwangi, Situbondo, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Tabanan, Badung, Klungkung, Lombok, serta beberapa kabupaten di Kalsel dan Sulsel. Bukan tidak mungkin sesuatu hal buruk akan terjadi bila penguasaan air sebagai hajat hidup orang banyak justru ditangani oleh kalangan swata secara sepihak. (ti/sp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Tuntut AS dan PBB Cabut Tuduhan
Tulisan selanjutnya Survey: 10 Ribu Anak AS Alami Pelecehan Seksual Pemimpin Gereja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?