Hidayatullah.com–Sinyal sikap gabungan ormas Islam itu terungkap setelah Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, bersama sejumlah pimpinan ormas Islam menggelar jumpa pers kemarin di Jakarta. “Dari aspirasi yang berkembang ada kecenderungan (masyarakat pemilih yang tergabung dalam ormas Islam) memilih untuk tidak memilih,” ujar Din. Ormas Islam yang tergabung dalam Ukhuwah Ormas-ormas Islam antara lain Hidayatullah, Persis, Dewan Mesjid Indonesia, Al Irsyad, Wanita Islam, KAHMI, Persatuan Pelajar Islam, dan Majelis Dakwah. Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Ukhuwah Ormas-ormas Islam diyakini akan memilih sikap golput pada pemilihan presiden dan wakil presiden putaran kedua, tanggal 20 September. Sikap ini diambil karena pasangan calon yang akan melaju ke putaran kedua dinilai tidak memadai dalam perspektif moral dan kepentingan umat Islam. Sementara itu, pasangan Amien Rais-Siswono Yudohusodo yang dijagokan ormas-ormas ini hampir dapat dipastikan tidak lolos. Din menjelaskan, kekalahan Amien Rais membuat Ukhuwah Ormas-ormas Islam berada dalam situasi sulit dan dilematis untuk menentukan pilihan dan memberikan dukungan pada salah satu calon yang lolos ke putaran kedua. Dalam perspektif moral dan kepentingan umat Islam, kata Din, Ukhuwah Ormas-ormas Islam mengharapkan figur capres yang tidak memiliki catatan moral positif, tidak korup, tidak menjual aset negara, dan tidak tunduk kepada negara asing. “Umat Islam juga dianjurkan tidak memilih capres yang cenderung tunduk pada negara asing, patuh pada negara adi kuasa sehingga bangsa Indonesia tidak mempunyai independensi,” kata Din yang juga Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. Tidak lolosnya pasan Amien-Siswono di putaran kedua telah menjadikan wacana golput di masyarakat menjadi semakin berkembang. (mi/ant/cha)