Hidayatullah.com–Tersangka perampok dan pembunuh santri K.H. Abdullah Gymanstiar (Aa Gym) akhirnya tertangkap di Bandung. Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Ajun Komisaris Polisi Slamet Uliandi, tersangka diperkirakan berjumlah tujuh orang. “Kami sudah mengantungi nama-nama mereka,” ujarnya dikutip Tempointeraktif, (17/10). Yas Robert alias Yusnail bin Noval, tersangka yang sudah ditangkap, menjelaskan pelaku yang duduk di bagian depan angkutan kota ada tiga orang, termasuk dirinya yang saat itu menjadi sopir. Empat orang lainnya, kata Yas, duduk di belakang. Satu di belakang supir, sedangkan tiga lainnya duduk berjejer di deretan pintu, berhadap-hadapan dengan tiga mahasiswi itu, Indah Rahayu, Ratih Rismayanti, dan Desi Sri Mulyati. Ketiganya dirampok, kemudian tangannya diikat di belakang dan dibuang ke sungai di bawah jembatan Cisaat. Sebelum membuang korban dari jembatan Cisaat, para pelaku sempat membawa korban berkeliling. Yas sempat mengarahkan angkutan kota yang dikemudikannya memasuki jalan tol Padalarang-Cileunyi melalui pintu tol Baros sebanyak dua kali. Setelah itu mereka baru menuju jembatan Cisaat. Selain menangkap Yas, aparat juga berhasil mengamankan barang bukti baru berupa dua utas tali yang ada di tubuh korban, serta secarik kuitansi yang ditemukan di dalam angkutan kota bernomor polisi D 1966 CM. Aparat juga menemukan dua buah Al Quran, mukena korban, dan empat buah golok di rumah salah satu tersangka di kawasan Cimahi. Seperti diketahui, 3 orang santriwati Daarut Tauhid itu baru saja usai mengikuti pengajian di Gegerkalong Girang, Kota Bandung saat kemudian dirampok dan dibuang ke sungai dari atas jembatan. Ketiganya adalah juga mahasiswi Stikes Achmad Yani di Cimahi Bandung, yaitu Indah Rahayu, 19, Ratih Rismayanti, 19, dan Desi Sri Mulyati, 19. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (7/10) malam di dalam angkutan kota Cimahi-Leuwipanjang. Ketiganya dilemparkan dari atas jembatan Leuwisapi Kampung Jati Desa Nanjung, Kec. Margaasih, Kab. Bandung. Ratih dan Desi akhirnya ditemukan meninggal di Sungai Citarum. Sementara Indah selamat dan harus mengalami perawatan intensif karena luka dan shock. (ti/dtc/cha)