Hidayatullah.Com–Refresing relawan pertama kali digagas oleh Posko Hidayatullah, (30/1) dengan mengundang sejumlah pos relawan bantuan kemanusiaan lain untuk bertanding. Pada kesempatan pertama yang melakukan pertandingan adalah relawan dari Posko Hidayatullah melawan relawan dari Posko BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia).
Pertandingan berlangsung sore hari di lapangan sepak bola desa Menasah Krueng, Lambaro, Banda Aceh ini berkakhir dengan skor 6 -1 dengan kemenangan bagi relawan Posko Hidayatullah.
Sejak awal pertandingan tim relawan BKPRMI mendapat tekanan dari relawan Posko Hidayatullah. Gol pertama terjadi pada lima menit pertama dimasukkan oleh Mujahid dari tim relawan Posko Hidayatullah. Berturut-turut gol dimasukkan oleh Fathun dan Fajar. Tim relawan dari Posko BKPRMI baru memberikan gol balasan setelah gawang BKPRMI jebol untuk yang kelima kalinya. Gol ke gawang relawan Hidayatullah di masukkan oleh Muhammad Ridha.
Pertandingan sepak bola yang penuh persabatan antara Hidayatullah dan BKPRMI ini sempat menjadi perhatian banyak orang karena merupakan pertandingan pertama yang dilakukan sejak gempa tsunami. Penduduk yang ada di sekitar desa Menasah Krueng banyak yang menyaksikan pertandingan tersebut. Maka riuh rendahlah pertangdingan relawan sore itu. “Kami perlu refreshing agar tetap bisa bekerja secara optimal,” kata Muhammad Ridha pemuda asli Aceh yang menjadi Humas Posko BKPRMI.
Menurut Ridha sejak diumumkan adanya pertandingan sepak bola antara relawan yang digagas oleh Posko Hidayatullah ini, banyak relawan dari posko lain yang berminat terlibat dalam pertandingan sepak bola. “Sudah ada delapan posko yang ingin dijadwalkan dalam partai berikutnya,” tambah Ridha.
Menurut Mujahid relawan dari Posko Hidayatullah, Ketua penyelenggara refreshing relawan dengan bola, kegiatan ini akan diselenggarakan secara rutin sepanjang tidak mengganggu pekerjaan. Dalam kesempatan itu kedua tim menyerahkan dana untuk perawatan lapangan kepada pemuda desa Menasah Krung yang diwakili oleh Hidayah dari unsur pemuda desa.
Relawan Hidayatullah selama ini sebagian besar adalah relawan guru yang mengajar di beberapa titik pengungsi. Antara lain di pengungsian Lhoknga, Darussalam, Masjid Baitul Kiram, Lhokseumawe, Meulaboh dan persiapan ke Calang. (Har)