Jum’at, 29 Juli 2005
Hidayatullah.com–Departemen Kesehatan akan meneliti tentang kemungkinan dugaan virus Kawasaki masuk ke Indonesia, kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Depkes, I Nyoman Kandun saat dihubungi via telepon di Jakarta, Kamis (28/07).
‘Saya baru mendengar adanya dugaan virus Kawasaki di Indonesia dan menurut informasi menyerang seorang anak di Jakarta,’ kata Nyoman Kandun saat dihubungi tengah berada di Semarang.
Menurut Dirjen P3L Depkes yang sebelumnya bernama Dijten Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPM & PL) Depkes, sesuai laporan organisasi kesehatan dunia WHO, bahwa virus Kawasaki memang ada terutama menyerang anakanak dan balita di Jepang utamanya pada saluran pernafasan dan jantung.
Selama ini, ujarnya virus Kawasaki belum pernah dilaporkan terjadi di Indonesia kendati demikian pihaknya akan meminta laporan dari tim medis RS Anak/jantung Harapan Kita yang merawat seorang anak yang diduga terserang virus tersebut.
‘Kita ingin segera mengetahui bersama, apakah virus itu berasal dari dalam atau luar negeri,’ katanya.
Menurut Dirjen P3L Depkes, Indonesia sejak bebarapa tahun terakhir telah menerima sejumlah virus dari luar negeri yang menular ke anakanak Indonesia, seperti virus polio telah menyerang sedikitnya 150 anak.
Virus polio tersebut kemungkinan berasal dari negara Timur Tengah dan dibawa oleh mereka yang sering berpergian ke kawasan itu.
Virus lainnya, adalah Flu Burung yang kemungkinan juga dibawa oleh orangorang yang pulang dari berpergian dari negaranegara kawasan Asia timur serta virus flu khusus asal Singapura, katanya.
Sebelumnya, dilaporkan seorang anak saat ini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta Barat dan diduga menderita sakit jantung karena tertular virus Kawasaki.
Menurut laporan Department of Ophthalmology, Unversity of Tennessee College Chattanooga AS, penyakit Kawasaki adalah penyakit tidak umum yang menyerang generasi muda.
Penyakit itu mengakibatkan demam dan menimbulkan bentolbentol di wajah serta gejala lain. Kebanyakan anak dapat sembuh total, tapi komplikasi serius muncul dalam beberapa kasus.
Meski penyebab penyakit tersebut tak diketahui, dan gejalanya mirip dengan infeksi virus, namun perawatan dini dapat mencegah timbulnya komplikasi.
Penyakit Kawasaki diketahui tidak menular, pada beberapa kasus telah terbukti anak yang terserang virus tersebut dan mengadakan kontak dengan pasien (saudara lakilaki, atau perempuanred).
Penyakit tersebut biasanya menyerang anakanak yang berusia 9 sampai 12 tahun, dan saat ini tampaknya makin sering menyerang. Gejala yang mengiringi penyakit itu ialah demam, yang disertai panas tinggi, yang berlangsung selama beberapa hari.
Gejala tersebut diikuti oleh perubahan pada mulut, seperti tenggorokan, atau lidah, berwarna merah. Kulit jari tangan atau kaki seringkali mengelupas setelah sekitar dua sampai tiga pekan. Kelenjar getah bening di tengkuk membengkak.
Gejala lain mungkin muncul selain semua gejala tersebut, seperti diare, sakit perut, kekurangan makanan, nyeri dan bengkak pada persendian dan kulit menguning. (ant)