Senin, 3 Oktober 2005
Hidayatullah.com—Ledakan
di Jimbaran dan Kuta Bali yang berlangsung pada hari Sabtu, 1 Oktober
2005 merupakan ledakan kedua yang terjadi setelah ledakan yang terjadi
pada tanggal 12 Oktober 2002 lalu. Akibat ledakan ini timbul kerusakan
sejumlah harta benda dan korban manusia. Sejumlah orang meninggal, luka
berat dan cacat tetap seumur hidup.
Sebagai salah
satu gerakan Islam dan organisasi massa (ormas) yang ada di Indonesia,
Hidayatullah yang telah memiliki jaringan lembaga pendidikan dan
pesantren di berbagai tempat dan pelosok negeri ini dengan seluruh
unsur-unsur yang ada di dalamnya baik kelembagaan maupun perorangan,
tidak pernah dan tidak akan pernah menempuh metode dakwah dengan
cara-cara kekerasan.
Karena itu,
sehubungan dengan peristiwa ledakan di Jimbaran dan Kuta Bali tersebut
Hidayatullah menyatakan sikap sebagai berikut:
1.
Hidayatullah prihatin dan sangat menyesalkan terjadinya ledakan di
Jimbaran dan Kuta Bali karena telah menimbulkan korban masyarakat luas
terutama dari kalangan rakyat jelata dan rusaknya tatanan sosial
ekonomi di masyarakat. Apalagi saat ini secara ekonomi sebagaian besar
rakyat Indonesia dalam keadaan prihatin akibat kenaikan harga bahan
bakar minyak (BBM) yang baru terjadi.
2. Kepada
keluarga yang kehilangan sanak saudara dan kerabat yang menjadi korban
ledakan di Jimbaran dan Kuta Hidayatullah mengucapkan belasungkawa yang
se-dalam-dalamya.
3. Meminta
kepada aparat keamanan untuk mengusut secara tuntas, menemukan
bukti-bukti yang kuat serta melakukan proses hukum secara transparan
para pelakunya.
4. Kepada
aparat keamanaan untuk mengamankan tempat-tempat publik yang
memungkinkan terjadinya peristiwa serupa sebagai upaya pencegahan agar
kejadian tersebut tidak terulang lagi.
5. Kepada
para pihak yang memiliki otoritas di negeri ini untuk tidak mudah
membuat pernyataan yang mengandung tuduhan kepada kelompok tertentu
apalagi yang bisa menimbulkan stigma teroris kepada ummat Islam.
6.
Menghimbau seluruh komponen masyarakat untuk untuk tidak terpancing
dan melakukan tindak destruktif setelah terjadinya ledakan Jimbaran dan
Kuta.
7. Khususnya
kepada ummat Islam diminta untuk semakin mantap mempersiapkan diri dan
tidak terganggu konsentrasinya dalam memasuki ibadah di bulan Ramadhan
.
8. Kepada
aparat keamanan dan pemilik tempat hiburan dan kemaksiatan agar
menghentikan berbagai aktivitasnya yang masih berlangsung hingga saat
ini. Ummat Islam diminta untuk menghindari tempat-tempat maksiat.
Demikian sikap Hidayatullah terhadap peristiwa ledakan yang berlangsung di Jimbaran dan Kuta Bali.
Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah
Departemen Hubungan Masyarakat
Haryono Madari
Konfirmasi : 081331 777 394