Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Empat Kejanggalan Bom Bali II

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2005 02:30
Bagikan
Bagikan

Selasa, 4 Oktober 2005

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hidayatullah.com– Meski pemerintah Australia mengaku tak begitu menanggapi laporan bahwa ada warga Bali memperingatkan para turis untuk menghindari lokasi-lokasi menarik yang sering dikunjungi oleh warga asing menjelang ledakan bom di Bali Sabtu (1/10) malam. Tak urung pihak otoritas Australia, Senin (3/10) kemarin nampaknya agak terganggu dengan munculnya isu-isu di tenga masyarakat menyangkut analisa bom Bali II.

Sebagaimana diberitakan, dua warga Australia yang tengah berlibur di Bali mengatakan mereka diberitahukan untuk menjauhi dari pusat kawasan Kuta, yang menjadi lokasi peledakan bom Bali I di tahun 2002 lalu dan satu dari dua lokasi yang menjadi sasaran serangn bom Sabtu malam lalu.

Kepada radio nasional, seorang pria asal Perth bernama Darren Humble mengatakan seorang penjaga keamanan bar memberitahukan seorang tamu hotel dimana dia tinggal mengenai kemungkinan serangan teror.

Sementara itu, seorang eksekutif pengiklanan, Mick Colliss, mengatakan kepada stasiun radio di

Sydney bahwa seorang temannya yang memiliki jaringan dengan organisasi kriminal di Bali memperingatkan dia untuk segera keluar dari Kuta.

Komisioner Polisi Federal Australia, Mick Keelty, mengatakan pengakuan-pengakuan tersebut akan diselidiki, namun begitu dia mengatakan sangat sulit untuk bereaksi terhadap rumor-rumor tersebut.

"Rumor dan fakta cukup berbeda dan ini adalah situasi yang sulit yang kita hadapi sekarang ini," jelasnya kepada televisi Channel Nine.

Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengatakan dia tidak tahu jika rumor-rumor tersebut dapat ditanggapi secara serius.

"Saya hanya dapat mengatakan kepada kamu apa yang orang ketahui dan yang pasti ada rumor setiap hari setiap minggu. Satu hal adalah kamu tidak tahu bagaimana menanggapinya secara serius," ujar Downer kepada radio ABC.


Empat kejanggalan

Sementara itu, hari-hari ini, meski sebagaian masyarakat Indonesia mengecam peledakan itu, sebagaian juga masih diliputi dengan tanda tanya besar menyangkut empat kejanggalan dalam bom Bali di Jimbaran dan Kuta, 1 Oktober kemarin.

Dalam sebuah acara ‘To days dialogue’ Metro TV pukul 11.30 yang dipandu reporter Najwa Shihab yang menampilkan pakar intelejen Juanda, Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Soenarko D Ardanto dan warga masyarakat, menggariskan ada beberapa kejanggalan yang patut dipertanyakan dalam peledakan tersebut.

Dalam dialog itu, dipertanyakan empat kejanggalan kejadian Bom Bali II yang oleh Australia sudah buru-buru dituduhkan diotaki Jamaah Islamiyah (JI) itu.

Beberapa kejanggalan yang sempat didialogkan dalam diskusi itu adalah; Pertama, hasil rekaman video amatir yang menunjukkan pelaku bom Bali.

Sebagaimana diketahui, di masyarakat dan media massa, kini beredar video amatir koleksi keluarga yang menunjuukan dengan sangat detil pelaku pengebom.

Dalam diskusi itu, sempat dipertanyakan, keanehan dalam shooting video yang tadinya diakui adalah video koleksi keluarga. Pasalnya, jika itu video keluarga, sangat nampak detil si pelaku yang saat ini diakui Polri sebagai tersangka. Di mana dalam shootingan video itu nampak tindakan si pelaku dari duduk, berjalan hingga bom diledakkan.

Kejanggalan kedua, peserta dialog juga mempertanyakjan mengapa hasil video itu yang telah diberikan pada pihak keamanan Indonesia itu justru datang dari Australia.

Kejanggalan ketiga, beberapa hari sebelum terjadi ledakan, para pecalang (keamanan adat Bali) telah mengingatkan para turis akan ada ledakan.  Kejanggalan keempat, beberapa hari sebelum kejadian beberapa masyarakat juga memperingatkan turis untuk tak memasuki daerah itu.

Pengamat intelejen Juanda sempat mempertanyakan dan bahkan mengaku kecewa mengapa aparat keamanan buru-buru menyebut pelakukan adalah Dr. Azhari dan Moh Nurdin M Top.

“Tidak benar polisi terburu-buru menuduh Dr. Azhari dan Mohammad Nurdin M Top,” ujar Juanda. Sebab menurutnya, tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa ada kesamaan antara bom Bali I dengan bom Bali II.

Apalagi, menurutnya, ada kepentingan tinggi pihak Australia kepada Indonesia dalam hal ini. Kabarnya, beberapa menit setelah peristiwa pengeboman beberapa aparat intelijen Australia sudah langsung sampai di lokasi. Benarkah? (ap/metroTV/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abubakar Baasyir Menolak Pengeboman
Tulisan selanjutnya Negara Arab Puasa Hari Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?