Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Poso, PBNU Minta Tak Buru-buru Kaitkan dengan Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2005 04:03
Bagikan
Bagikan

Senin, 31 Oktober 2005

Hidayatullah.com–Di sela pembagian sembako di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu, Rozi menyatakan saat ini pihaknya belum mengetahui persis apa yang menjadi motif peristiwa itu dan siapa pelakunya.

Dikatakannya, dalam peristiwa itu yang sementara ini jelas menjadi korbanya adalah siswi sekolah kristen. "Tetapi janganlah langsung dikaitkan dengan agama, selidiki dulu dan jangan `grasa-grusu," katanya.

Hal tersebut, menurut dia, bisa menimbulkan kerawanan baru apabila salah menafsirkan peristiwanya. Oleh karena itu saat ini harapan besar ditumpukan kepada polisi untuk bekerja lebih keras dan maksimal mengungkap pelakunya, karena di antara agama-agama sudah ada gerakan moral nasional untuk menjaga persatuan dan memelihara toleransi.

Ia juga menyatakan keprihatinannya atas kembali terjadinya kekerasan di Poso dan sepenuhnya pemerintah maupun aparat keamanan harus segera menyelidiki dan menuntaskan kasus itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ditanya soal kemungkinan motif berulangnya kekerasan menjelang hari besar agama Islam, ia mengaku tidak tahu persis tentang hal itu, walaupun dulu memang ada sejumlah peristiwa seperti di Banyuwangi, Ambon dan lain-lain yang peristiwanya berdekatan dengan bulan Ramadhan. "Kita belum tahu persis siapa di balik itu semua," katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan tiga pelajar di Poso, Sulawesi Tengah, termasuk dengan mengungkap pihak ketiga yang dinilai sengaja melakukan provokasi.

"Ini tantangan besar bagi aparat keamanan untuk menyingkap tuntas kasus ini. Dari dulu kita sarankan seperti itu. Kalau tidak tuntas, maka akan terulang lagi dan terulang lagi, karena ada pihak yang ingin mempermanenkan konflik ini," katanya.

Din menduga kuat adanya pihak ketiga yang mungkin berasal dari dalam negeri, luar negeri atau kolaborasi antara keduanya, yang mempunyai tujuan satu yakni tidak menginginkan Indonesia stabil.

Menurut Din, pihak ketiga itu punya motif politik dan ekonomi sehingga berupaya menyulut konflik keagamaan karena yang paling mudah diadu domba adalah umat beragama. "Saya tetap yakin ada kemungkinan pihak ketiga. Ini yang selama ini belum bisa ditemukan oleh kepolisian. Selama belum tuntas, saya khawatir akan terjadi lagi terutama di daerah rawan konflik yang `belum sembuh betul` seperti di Poso, Ambon, atau Mamasa. Biasanya diawali dengan perusakan rumah ibadah atau pembunuhan figur tokoh agama tertentu," katanya.

Dikatakannya, aksi pembunuhan pelajar di Poso tersebut bisa jadi sebagai upaya untuk mengulangi "Idul Fitri Berdarah" di Ambon beberapa tahun lalu. "Mereka sengaja mengulangi dengan mencari momentum di mana umat ada dalam suasana psikologis tertentu seperti saat Idul Fitri dan Natal," katanya.

Din sendiri mengaku belum mendengar adanya kasus pembunuhan tiga pelajar tersebut dan segera berupaya meminta informasi untuk mengetahui latar belakang dan motifnya, jika memang ada kaitannya dengan Muhammadiyah.

"Sebenarnya lewat pertemuan Malino untuk penyelesaian Konflik Poso, aspek keagamaan ini sudah selesai walau masih ada masalah yang terkait aspek sosial, ekonomi, pendidikan, terutama bagaimana rehabilitasi dan rekonstruksi Poso yang belum tuntas," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat khususnya umat Islam dan Kristiani di seluruh Indonesia untuk tidak terpancing dengan kasus pembunuhan tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Ginandjar Kartasasmita berpendapat, pembunuhan secara kejam atas tiga siswi sekolah menengah atas (SMA) di Poso, Sabtu (29/10), merupakan perbuatan yang sangat kejam dan patut dikutuk oleh semua umat beragama dan semua pihak yang cinta damai di negeri ini. "Perbuatan itu menodai proses perdamaian yang sedang berlangsung di Poso, serta merusak suasana damai penuh hikmat di bulan puasa yang sedang dijalankan oleh umat Islam saat ini," kata Ginandjar.

Menurut Ginandjar, tidak satu agama pun yang mengajarkan untuk melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap sesama manusia, apalagi perbuatan yang sadistis seperti yang dilakukan terhadap ketiga siswi di Poso.

Kejadian tragis tersebut sama sekali tidak dapat ditempatkan dalam konteks hubungan antar-umat beragama di Indonesia, khususnya Poso. (ant)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Islam Ragu-ragu” versi Rektor UIN Yogya
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Idul Fitri Kamis 3 November

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?