Hidayatullah.com–Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku khawatir masyarakat masih akan tetap melakukan mudik di lebaran tahun ini. Karenanya, Dia meminta kepada seluruh kepala daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota untuk dapat megawasi setiap warganya yang hendak bepergian. Ungkapan itu Jokowi beberkan setelah melihat hasil survei yang menunjukkan bahwa ada 7 persen masyarakat Indonesia yang ingin tetap mudik.
“Begitu kita sosialisasikan, kita sampaikan gubernur, bupati, wali kota juga menyampaikan mengenai larangan mudik, turun menjadi 7 persen, tapi angkanya masih besar, 18,9 juta orang yang masih akan mudik,” kata Jokowi melalui YouTube Sekretariat Presiden dalam acara pengarahan Presiden kepada kepala daerah se-Indonesia, seperti dikutip hidayatullah.com, Kamis (29/04/2021).
Selain meminta kepada seluruh kepala daerah untuk menyampaikan larangan mudik kepada warganya. Jokowi juga meminta kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.
“Oleh karena itu harus disampaikan terus mengenai larangan mudik agar bisa berkurang, yang paling penting bagaimana menekankan disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan, kuncinya ada di situ,” kata Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
“Saya betul-betul masih khawatir mengenai mudik Hari Raya Idul Fitri yang akan datang, tapi saya meyakini apabila pemerintah daerah dibantu oleh Forkopimda, semuanya segera mengatur mengendalikan mengenai disiplin protokol kesehatan, saya yakin kenaikannya tidak kayak tahun lalu (tingkat keterisian tempat tidur Pasien Covid) 93 persen,” terangnya.
Adapun survei terkait mudik lebaran tahun 2021, sebelum ada larangan mudik, diketahui ada sekitar 89 juta orang, atau kurang lebih 33 persen dari penduduk Indonesia, yang akan mudik.
Sebelumnya, Satgas Covid-19 mengeluarkan Surat edaran mudik Lebaran 2021 yang mengatur perluasan waktu pengetatan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), yakni H-14 larangan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan di H+7 larangan mudik (18-24 Mei 2021). Larangan itu bertujuan untuk menekan penularan virus Covid-19.*