Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah Idul Fitri Kamis 3 November

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2005 04:13
Bagikan
Bagikan

Senin, 31 Oktober 2005

Hidayatullah.com–Maklumat tersebut disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Goodwill Zubir yang didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Sabtu.

Maklumat ini berdasarkan perhitungan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani dan dilakukan Muhammadiyah.

Menurut Goodwill, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menyatakan bahwa ijtima (konjungsi antara matahari-bulan dan bumi pada posisi satu garis) menjelang Syawal 1426 H terjadi pada Rabu, 2 November 2005 pukul 08:25:39 WIB.

Ketika itu, tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta mencapai 3 derajat 05 menit dan 25 detik sehingga hilal (bulan baru) sudah terwujud.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

"Posisi bulan di seluruh Indonesia pada saat terbenam matahari juga sudah berada di atas ufuk, sehingga Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Kamis, 3 November 2005," kata Goodwill.

Mengenai penetapan 1 Syawal tersebut, Din Syamsuddin mengatakan, Muhammadiyah menggunakan pendekatan hisab hakiki dan wujudul hilal. "Dengan perhitungan hisab hakiki, datangnya awal bulan dapat dihitung berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam hal ini ilmu falak," katanya.

Sedangkan wujudul hilal, jika sudah terjadi ijtima maka apabila hilal (bulan baru) sudah wujud, berapa pun ketinggiannya maka sudah masuk pada bulan berikut.

Din mengatakan, memang ada pandangan lain yakni metode ru`yah dengan melihat hilal. Biasanya pada ketinggian minimal 3 derajat, hilal baru bisa dilihat. Kalau tidak bisa dilihat maka jumlah hari pada bulan itu disempurnakan menjadi 30 hari.

"Ini persoalan serius, ini soal ibadah, bukan main-main atau terkait urusan politis. Memang banyak yang menginginkan agar penetapan 1 Syawal disatukan agar tidak ada perbedaan, tetapi bagi Muhammadiyah ini belum bisa, karena ini menyangkut masalah keyakinan," kata Din.

Meski demikian, untuk tahun ini Din memperkirakan tidak akan ada perbedaan penetapan 1 Syawal dengan pemerintah atau ormas Islam lainnya.

"Tetapi kalau ada beda pendapat, maka tidak perlu dibesar-besarkanlah, apalagi sampai menimbulkan perpecahan dan konflik. Ini kan masalah khilafiyah," katanya.  (Ant) 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Poso, PBNU Minta Tak Buru-buru Kaitkan dengan Agama
Tulisan selanjutnya Amerika Bebaskan 500 Tahanan di Penjara Abu Ghraib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?