Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Komunitas Katolik Internasional Bangun “Sekolah Damai” di Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Agustus 2008 10:54
Bagikan
Bagikan

ImageHidayatullah.com–Sebuah tenda kanvas dekat terminal bus di Banda Aceh menjadi sebuah "Sekolah Damai" di mana enam orang muda Katolik memimpin 15 anak Muslim berumur 6-12 tahun dalam berbagai kegiatan yang berorientasi pada nilai-nilai.

Anak-anak yang semuanya berasal dari keluarga miskin itu membawa tikar untuk dijadikan alas duduk selama pelajaran yang diadakan sekali dalam seminggu di bawah tenda berukuran 5×5 meter.

Para anggota Sant'Egidio, sebuah komunitas awam Katolik internasional, setempat mendirikan "sekolah" itu pada Februari 2006 dan mengadakan pelajaran di sana sejak pukul 16.00 hingga 18.00 pada setiap Hari Sabtu.

 "Selama dua jam, kami mengajar anak-anak tentang arti damai, dan berhitung dan bernyanyi," kata Maria, koordinator sekolah itu, kepada UCA News.

Ia menjelaskan bahwa sekolah itu tidak memfokuskan akademik. Sebaliknya, "tujuan utama “Sekolah Damai” adalah membantu anak-anak menjadi sahabat, mengalami kebersamaan, dan menghormati yang lain."

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Maria, 26, menceritakan bahwa para anggota Sant'Egidio mencari anak-anak itu, yang tinggal di gubuk-gubuk sekitar Banda Aceh, ibukota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, di mana umat Muslim terdiri atas lebih dari 95 persen dari jumlah penduduk. Dikatakan, umat Katolik setempat mendukung sekolah itu.

Pastor Sebastianus Eka, seorang "sahabat rohani" komunitas Sant'Egidio setempat, menegaskan bahwa tujuannya agar anak-anak "bisa saling mengenal satu sama lain dan membangun persahabatan melalui sekolah itu."

Imam itu, yang juga pastor pembantu Paroki Hati Mahakudus Yesus di Banda Aceh, sebagaimana dikutip UCA News, di hari terakhir dari pertemuan nasional para sahabat rohani Sant'Egidio yang berlangsung selama tiga hari. Tujuh uskup, 40 imam, dan 13 biarawati menghadiri pertemuan di Ciawi, Bogor, 45 kilometer selatan Jakarta, untuk memperingati 40 tahun berdirinya komunitas Sant'Egidio tersebut.

Selama pertemuan itu, Uskup Koadjutor Frosinone-Veroli-Ferentino, Italia, Mgr Ambrogio Spreafico, Direktur Spiritual Sant'Egidio, berbicara tentang spiritualitas komunitas itu. Peserta juga mengadakan sharing dan refleksi tentang pengalaman mereka dalam berkarya, dan membahas karya mereka dengan orang-orang miskin dan kebahagiaan spiritual. Tema pertemuan itu adalah "Kasih-Nya Tiada Batas."

Berkembang ke Indonesia

Komunitas Sant'Egidio dimulai di Roma tahun 1968 dan dikenal atas karyanya bagi orang miskin dan upayanya dalam meningkatkan ekumene, dialog antaragama, perdamaian, dan hak asasi manusia.

Gerakan itu kini memiliki lebih dari 50.000 anggota di lebih dari 70 negara termasuk Indonesia, di mana komunitas itu memiliki 300 anggota di 15 komunitas.

Menurut Pastor Eka, “Sekolah Damai” di Aceh menanamkan solidaritas dalam diri anak-anak. Misalnya, katanya, sekolah ini mendorong mereka untuk mengunjungi teman yang sedang sakit dan membantu teman yang membutuhkan, misalnya meminjamkan alat tulis. Imam itu menambahkan bahwa selama bulan Ramadhan, sekolah itu mengadakan acara buka puasa bersama.

Pastor Eka mengklaim, umat Muslim setempat menyambut baik sekolah itu karena mereka paham bahwa sekolah itu tidak memperkenalkan unsur-unsur agama.

"Komunitas Sant'Egidio tidak hanya untuk umat Katolik, namun bagi semua orang. Kami melayani secara sukarela dan tidak mengharapkan sesuatu dari mereka," jelasnya. Nama sekolah itu, lanjutnya, dipilih untuk menekankan upaya-upaya komunitas itu dalam meningkatkan perdamaian.

Komunitas Sant'Egidio di Indonesia juga mengelola “Sekolah Damai” di Jakarta, yang mengadakan pelajaran setiap Hari Minggu mulai pukul 10.30 hingga 12.00 di sebuah halaman sekolah Katolik.

Lebih dari 10 orang muda Katolik mengajar 150 anak miskin berumur 5-12 tahun tentang nilai persahabatan melalui berbagai kegiatan seperti permainan dan nyanyian.

"Kami memberi tangan kepada setiap anak sehingga mereka mampu merasakan uluran kasih. Kami memberikan keyakinan bahwa mereka dihargai dan dikasihi," katanya. Seperti di Aceh, sekolah itu juga mengadakan acara buka puasa bersama selama bulan Ramadhan untuk anak-anak Muslim.

Selain itu, kata Winarko, sekolah di Jakarta itu mengadakan piknik sekali dalam setahun ke sebuah taman rekreasi untuk semua anak — Buddha, Katolik, Muslim, dan Protestan.

"Sekolah Damai," tegasnya, "adalah perpanjangan tangan Yesus yang menyayangi anak-anak."

Selain Banda Aceh dan Jakarta, kihi, komunitas Sant'Egidio sudah ada di Atambua, Denpasar, Duri, Kefamenanu, Kupang, Maumere, Medan, Nias, Padang, Pekan Baru, Pontianak, Semarang, dan Yogyakarta  dengan sekitar 300 anggota. [UCANews/cha/hidayatullah.com]

Foto: Kegiatan Sant'Egidio di Yogyakarta [ww.santegidio.org]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditemukan, Program Pelacak Jamaah Haji
Tulisan selanjutnya Mesir Dukung Penyelesaian Politik Masalah Darfur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?