Hidayatullah.com–Sebanyak 496 orang atau 30 persen calon jamaah haji asal Balikpapan memiliki penyakit dengan risiko tinggi.
“Para jamaah haji yang masuk dalam penyakit resti tersebut, sudah tercatat dalam surat keterangan kesehatan yang akan dibawa menunaikan ibadah haji masing-masing jamaah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Dyah Muryani di Balikpapan, sebagaimana dikutip Antara.
Penyakit yang memiliki resti dari para jamaah haji tersebut adalah hipertensi, diabetes melitus, dan ada juga yang tubercolosis paru, namun tidak terlalu membahayakan.
“Meskipun ada calon jamaah haji masuk dalam daftar resti, mereka tetap boleh berangkat dan harus membawa obat. Kalau bisa yang sudah tua memiliki pendamping,” kata Dyah, menambahkan.
Selain Balikpapan, calon jemaah haji asal Bekasi, Jawa Barat, juga ditengarai banyak menderita sakit status beresiko tinggi; seperti serangan jantung, gula atau diabetes, dan sakit hipertensi. Hal ini dikemukakakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Retni Yonti.
Menurut Retni, faktor resiko itu dideteksi selama masa pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 3.285 calon jemaah haji, mulai 1- 12 Oktober ini.
“Jumlah faktor resiko cukup banyak dari total calon jemaah haji, usianya rata-rata 40-an tahun,” kata Retni.
Tetapi, Retni melanjutkan, belum satu pun dari calon jemaah haji itu yang ditunda keberangkatannya. Para calon jemaah haji tersebut dijadwalkan mulai masuk haji pada 22 Oktober nanti. [ant/tem/cha/hidayatullah.com]