Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tak Ambil Pusing Meski Pemikirannya Jadi Kendala Pencalonan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2009 04:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdallah mengakui ide dan pemikirannya soal Islam liberal menjadi salah satu kendala untuk maju dalam perburuan kursi Ketua Umum PBNU di Muktamar NU Januari mendatang. Sebab, pemikiran yang dilontarkannya sudah kadung dinilai negatif oleh sebagian warga NU.

“Ya, pemikiran saya soal Islam liberal, menjadi kendala (dalam pencalonannya),” ujar Ulil, dikutip Harian Bangsa baru-baru ini.

Kendati demikian, Ulil tampak tak mau ambil pusing dengan persoalan itu. Sebenarnya, kata Ulil, gagasan dan pemikirian soal Islam liberal bukan persoalan serius dalam NU. Pasalnya, NU masih mempunyai banyak agenda kerja yang belum dituntaskan, dan itu lebih sangat penting.

Di antaranya adalah terpuruknya NU dalam bidang amal sosial, kaderisasi, pendidikan yang masih minim, ekonomi umat, dan sebagainya. “Itulah yang sebenarnya harus menjadi konsen kita untuk dituntaskan,” lanjutnya.

Menantu Gus Mus itu menambahkan, tantangan NU ke depan cukup besar. Yang terpenting, lanjutnya, adalah citra NU sebagai Islam moderat, harus dikembalikan. Dijelaskannya, saat ini label NU yang moderat, sudah mulai tergerus, sehingga posisi itu diisi oleh kalangan lain. Padahal, Islam moderat sejak dulu menjadi ciri khas NU.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kedepan, label itu harus kita rebut,” ungkapnya.

Ulil juga menyatakan sangat siap untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU dalam muktamar mendatang. Dikatakan Ulil, pihaknya sudah mendekati beberapa cabang NU. Soal, pengalaman dan umurnya yang tergolong yunior, Ulil tidak merisaukannya. Sebab, tradisi NU dipimpin anak muda sangat kuat.

“Gus Dur, Kiai Mahfudz Shiddiq, dan Kiai Wahid Hasyim masih muda ketika jadi Ketua NU,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini, Ulil diundang dalam Forum Tabayyun dan Debat Terbuka yang diselenggarakan oleh Forum Kiai Muda (FKM) Jawa Timur di Ponpes Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo, Ahad (11/10). Diskusi mempertemukan kader-kader muda NU  dengan Ulil Abshar Abdallah.

Tak kurang dari 500 orang hadir dalam kesempatan itu. Mereka datang dari Jember, Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan dan Probolinggo. Seolah-olah forum itu menjadi tempat penumpahan uneg-uneg warga NU terhadap gagasan dan pemikiran Ulil mengenai Islam liberal yang diusungnya selama ini.

Debat yang dimoderatori Kiai Abdurrahman Navis itu mengangkat dua pemikirian Ulil yang sangat kontroversial, yaitu soal pluralisme agama dan kesakralan Al-Quran. FKM diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan “uneg-uneg” terkait dengan pemikiran Ulil.

Menurut juru bicara FKM, KH.Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab), tulisan-tulisan Ulil soal pluralisme agama patut disayangkan. Pasalnya, Ulil telah menyamaratakan semua agama.

Menurut Gus A’ab, pemikirian Ulil yang menyamaratakan bahwa semua agama itu benar adalah salah besar. Yang betul, katanya, orang Islam wajib meyakini bahwa agama Islamlah yang benar, walaupun keyakinan itu tidak boleh sampai menghilangkan toleransi terhadap kebenaran agama lain sesuai keyakinan penganutnya.

“Jadi jangan pernah menganggap semua agama benar. Kita harus tetap meyakini Islam itu yang benar tanpa harus menafikan kebenaran agama lain sesuai yan diyakini pemeluknya,” tukasnya Gus A’ab.

Yang merisaukan warga NU, tukas Gus A’ab, karena Ulil di mana-mana berlabel NU sehingga orang melihat pemikiran Ulil tetap tidak bisa lepas dari citranya sebagai warga NU. Bahkan intelektual NU. Padahal, dalam soal pluralisme, NU mempunyai garis yang jelas. “Kalau Ulil sudah bukan NU, ya silakan mau berkata apa saja. Tidak masalah,” katanya.

Debat semakin panas, karena pengunjung banyak yang berteriak ketika Ulil lagi-lagi menghindari pernyataannya sendiri di berbagai tulisannya. Padahal, FKM membawa segepok foto-kopi tulisan Ulil yang berisi pemikiran kontroversial itu.

Ketika terpojok, Ulil malah menyandarkan diri kepada Gus Dur. “Sebenarnya pemikiran soal pluralisme sudah diungkap oleh Gus Dur, kenapa baru sekarang ramai,” ungkapnya. [hrb/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JILold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyikapi Karakteristik Zaman
Tulisan selanjutnya [Berita Foto] Kasus Bank Century

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

Artikel
2 Agustus 2026 19:33
Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam
Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

Terbaru

  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?