Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Masjid Masih Dikelola Ala Kadarnya dan Tradisional

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2009 17:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mayoritas pengelolaan masjid di seluruh Indonesia dinilai belum maksimal. Setidaknya demikian bunyi hasil rumusan seminar pada rangkaian acara Festival Masjid di Batam pekan lalu.

 ”Pengelolaan masjid dilakukan secara paruh waktu atau ala kadarnya. Masjid masih difungsikan sebatas kegiatan ubudiyah mahdhah. Sehingga jumlah jamaah masih jauh dari representatif dibandingkan jumlah umat Islam di lingkungan masjid setempat,” tandas KH Natsir Zubaidi, Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jakarta, Selasa (10/11).

Tim perumus hasil Festival Masjid di Batam tersebut adalah Prof. Dr.H. Ahmad Sutarmadi, Drs. H. Natsir Zubaidi, Drs. H. Tasyrifin Karim, H. Sutito, SH, MH, serta H. Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag, MH.

Tim perumus juga menyoroti bahwa pendidikan berbasis masjid masih cenderung dikelola secara tradisional dan terbatas pada pendidikan keagamaan (diniyah/TPA).

”Karenanya kami merekomendasikan agar seluruh masjid di Indonesia untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam, mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi,” tandas Natsir.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Untuk itu, dikatakan tim perumus lainnya, Ahmad Sutarmadi, perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pengelola masjid yang profesional dan kredibel (al-qawiy al-amin).

”Dalam kaitan ini, perlu segera dibuat lembaga pendidikan atau pelatihan calon-calon manajer masjid yang terprogram dan berkesinambungan,” katanya.

Dipaparkan Sutarmadi bahwa pertumbuhan peradaban dan kebudayaan Islam dulu, sekarang, dan masa yang akan datang, tidak dapat dilepaskan dari peranan masjid. Ini dapat dilihat dari beberapa bukti sejarah antara lain, bangunan yang pertama kali dibangun Rasulullah pada saat hijrah ke Madinah adalah masjid, yaitu masjid Quba dan masjid Nabawi.

Kedua, pada masa Khulafa’ al-Rasyidin, Daulah Bani Umaiyah, Daulah Bani Abbas, Daulah Fatimiyah di Mesir, Dinasti Mamluk di Mesir, pemerintahan Islam di Spanyol, pemerintahan Kerajaan Turki Usmani, pemerintahan Kerajaan Safawi di Persia, pemerintahan Kerajaan Mugal di India, pemerintahan sultan-sultan di Kepulauan Nusantara, masjid senantiasa dijadikan salah satu simbul kemajuan peradaban Islam.

Juga dikatakan bahwa pada saat ini di negara-negara sekuler pun, seperti Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, dan Australia, selalu ditemukan keberadaan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan perkembangan peradaban Islam.

Dicontohkan Sutarmadi bahwa pada masa Rasulullah SAW, terutama setelah peristiwa hijrah ke Madinah sampai beliau wafat (622-632 M), masjid digunakan multifungsi. Antara lain sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdlah, pusat pemerintahan dan layanan publik, pusat pertemuan dan informasi, tempat latihan bela diri dan perang-perangan, serta tempat mempelajari ilmu (sekolah dan perguruan tinggi).

Bahkan ketika itu, menurutnya, masjid juga digunakan sebagai tempat untuk mengadili perkara, tempat tawanan perang, tempat perundingan dan menerima delegasi suku-suku (komunitas) dari luar Madinah, serta tempat pergelaran seni dan budaya.

Selain merekomendasikan masjid sebagai pusat pendidikan, tim perumus juga merekomendasikan agar seluruh masjid meningkatkan fungsi sebagai pusat dakwah Islam yang memperkenalkan Islam yang ramah dan toleran, sebagaimana metode dakwah Walisongo.

”Juga meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat perpustakaan Islam, sebagai pusat penyimpanan khazanah budaya Islam yang diharapkan menjadi alternatif obyek wisata relegius yang mencerdaskan dan mencerahkan umat serta meningkatkan fungsi masjid sebagai tempat pertemuan dan kegiatan keluarga atau perkawinan serta tempat pembinaan dan bimbingan keluarga sakinah,” tandas Sutito, tim perumus lainnya.

Menurutnya, juga perlu meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan pemberdayaan ekonomi umat.

”Dalam kaitan ini, perlu dilakukan sinergi antara masjid dan lembaga-lembaga keuangan syariah, baik lembaga keuangan bank maupun nonbank. Juga meningkatkan peran masjid sebagai pengelola pranata keagamaan seperti zakat, wakaf, dan qurban, untuk membantu mengentaskan kemiskinan,” tegasnya. [mkg/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Riset: Pensiun Bikin 10 Tahun Lebih Muda
Tulisan selanjutnya Pembantai Muslim Gujarat Akan Berkunjung ke Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?