Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembantai Muslim Gujarat Akan Berkunjung ke Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2009 19:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Besar Negara Bagian Gujarat, India, Narendra Modi, dalam waktu dekat dikabarkan akan berkunjung ke Sulawesi Selatan (Sulsel). Narendra selama ini dikenal sebagai tokoh di balik pembantaian ribuan Muslim di India.

Dalam situs resmi Narendra, http://narendramodi.in, disebutkan, pihak Indonesia (sebagai pengundang) mempersilahkan Shri Narendra Modi  datang guna bertukar bidang pertanian dan energy biomass.

Dalam laporan Komisi HAM PBB mengecam India yang menutup kasus kerusuhan Gujarat 2002 yang menelan korban jiwa 2000 warga Muslim. Bahkan, hingga kini Muslim di Gujarat dikabarkan masih hidup dalam ketakutan.

Sebagaimana diketahui, pada bulan Februari 2002, peristiwa mengerikan terhadap kaum Muslim di Gujarat. Di mana kekerasan ekstrim terhadap kaum Muslim. Lebih dari 2000 orang, termasuk orang Asia Inggris, dibantai tanpa ampun, lebih dari 200.000 orang terlantar di bawah kamp-kamp pengungsi. Rumah dijarah, bisnis dibakar, ratusan wanita diperkosa dan banyak anak-anak dibunuh dalam cara yang paling mengerikan. Semua bukti menunjukkan bahwa Pemerintah Negara Bagian Gujarat, yang dipimpin oleh Ketua Menteri saat ini, Narendra Modi, dibantu oleh aparat terlibat kekerasan dan pembantaian.

Dalam situs resmin Modi, disebut-sebut pula nama Syawral Yasin Limpo dan AM Ghalib sebagai si pengundang. Tak jelas, apakah yang dimaksud Syawral Yasin Limpo itu adalah Syahrul Yasin, Gubernur terpilih Sulsel. Modi sendiri mengaku telah menerima undangan dan telah mengungkapkan kesungguhan dalam bekerja sama dengan Indonesia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum ini, diberitakan Kantor Berita Antara, Gubernur Sulawesi Selatan Dr Syahrul Yasin Limpo, MH, MSi, telah mengunjungi industri pertanian dan home industri Gujarat, New Delhi, India.

Selama berada di India, Gubernur Sulsel bersama rombongan akan bertemu Narendra Modi yang di fasilitasi Duta Besar Indonesia untuk India, H.A.M. Ghalib.

Rombongan Gubernur juga dikabarkan mengunjungi obyek pertanian di kota Rajkot, Provinsi Gujarat untuk melihat secara langsung proses pengembangan komoditi Bawang Merah (bawang bombay) dan area pengembangan jagung hibrida.

Kunjungan yang dilakukan bersama dengan sejumlah Bupati se-Sulsel itu diakui akan dapat membawa kerjasama-kerjasama yang dapat menguntungkan masyarakat Sulsel dan India.

Rencananya, pola tersebut akan dikembangkan di sejumlah daerah pengembangan yakni Kabupaten Enrekang, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Bone, Wajo dan Barru.

Baru-baru ini, Tim Investigasi Khusus (SIT) yang dibentuk oleh Mahkamah Agung India sedang menyelidiki meterlibatan Modi dan 61 orang lain termasuk anggota kabinet pemerintah, polisi dan pegawai negeri sipil, karena peran mereka dalam pembantaian Muslim Gujarat.

Sebelum ini, Inggris, Amerika Serikat (AS) dan banyak negara Eropa telah menolak visa untuk Modi 

Kedatangan anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) ke Indonesia ini dinilai akan menjadi preseden buruk umat Islam dan dapat melukai perasaan kaum Muslim Gujarat.

Abd. Azis Kahar Muzakkar, anggota DPD asal Sulsel mengaku tak tahu persis apa dan bagaimana keterlibatan Modi terhadap kaum Muslim. Menurutnya, jika benar sebagaimana disebutkan lembaga-lembaga HAM Internasional bahwa Narendra Modi terlibat pembantaian kaum Muslim Gujarat, maka, lebih baik kedatangannya ditolak.

“Saya baru dengar beritanya dari Anda, namun jika benar sebagaimana yang disebutkan itu, akan lebih baik jika kehadirannya ditolak, “ ujarnya kepada hidayatullah.com. [ihrc/nrdin/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Masih Dikelola Ala Kadarnya dan Tradisional
Tulisan selanjutnya Menteri Kehakiman Swiss Ralat Pernyataan Anti-Burqa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?