Hidayatullah.com–Seharusnya pemerintah tidak perlu sibuk terus membangun jalan tol untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Pemerintah mestinya concern ke masalah yang lebih mendasar, seperti mengatasi ketertiban angkutan umum dan mekanisme kerja busway Trans Jakarta yang selama ini dinilai belum memuaskan.
Menurut Pakar Ilmu Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Harun Al Rasyid Lubis, kemacetan di Jakarta sudah seperti banjir bandang yang tak mudah diatasi.
“Sudah terlambat. Dan bukan hanya sekarang tapi sejak dulu. Ini karena penyelenggaranya adalah pemegang mainannya juga,” ungkap Harun, kepada Hidayatullah.com, Senin, (29/03) pagi.
Menurutnya, dia dan berbagai pihak yang memiliki perhatian sudah banyak memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam mengatasi kemacetan dan ledakan kendaraan di Jakarta, namun tidak ada yang serius untuk benar-benar mengimplementasikannya.
Masalah ledakan kendaraan misalnya, kata Harun, hal tersebut sudah tidak bisa dikendalikan.
“Ini masalah supply and demand. Kemacetan jelas tidak bisa diselesaikan hanya dengan investasi, bangun tol terus. Padahal tol nyatanya macet juga,” katanya.
Persolanan terbesarnya, adalah masalah budaya dan tata ruang kota yang kemaruk. “Semua orang mau punya kendaraan. Jadi, selamat menikmati macet,” seloroh pengurus organisasi Masyarakat Transportasi Indonesia ini.
Harun memaparkan, saat ini Indonesia memang sedang sakit, jadi wajar jika orang-orangnya juga sakit. Sehingga dia menilai, masalah kemacetan dan sistem transportasi yang tidak teratasi karena semua hanya sekedar berakrobat dan tak ada keseriusan.
“Jangan terus bangun jalan tol. Beresi dulu angkutan umum dan harus fokus. Kalau memang tidak bisa, gantian ngurusin,” katanya. [ain/hidayatullah.com]