Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prinsip Kebebasan Berkespresi di Amerika Dinilai Sudah Lampau Batas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2012 09:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Amerika dan mayoritas negara di Eropa berdalih tidak bisa menindak aksi-aksi intoleransi dan penodaan suatu ajaran seperti peredaran film “Innocence of Moslem” (IOM) karena belum memiliki undang-undang yang mengaturnya. Yang  menarik,  dengan demokrasinya, AS memberikan hak kebebasan berbicara (freedom of speech), meski itu menodai agama dan keyakinan banyak orang.

Demikian pernyataan Sekjen PP Hidayatullah Abu A’la Abdullah menyikapi tingginya aksi menentang penodaan terhadap ajaran agama Islam yang dilakukan kelompok Islam-phobia di sejumlah negara, tak terkecuali di Indonesia.

“Prinsip freedom of speech AS sudah kebablasan dan melampaui bata. Kalau dalihnya belum punya undang-undang yang mengatur batasan kebebasan berekspresi, ya lucu. Seharusnya mereka bisa membuat undang-undangnya. Kalau tidak, maka penghinaan dan sikap intoleransi akan terus-terusan terjadi dan selalu dibiarkan,” katanya kepada hidayatullah.com, Kamis (20/09/2012).

Sebelumnya telah ada aksi penghinaan terhadap agama Islam seperti pembakaran Al-Qur’an di Amerika, kartun Nabi Muhammad di Denmark, Gert Wilders di Belanda, kartun Nabi Muhammad oleh mingguan Prancis Charlie Hebdo, dan lain-lain. Yang juga tidak ada satu pun dari pelaku yang ditindak.

Abu menilai, Amerika selalu berkampanye tentang pentingnya  Hak Asasi Manusia (HAM). Namun ketika HAM itu melanggar yang lain, AS justru tidak bisa bertindak apa-apa.
“Film itu telah menodai dan meruntuhkan kampanye toleransi yang telah mereka gembar-gemborkan sendiri tapi faktanya sama sekali tak bisa menghargai serta menjunjung tinggi heteroginitas,” imbuhnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Di sisi lain, Abu mendesak pemerintah untuk melindungi masyarakat dari adanya upaya upaya adu domba. Sebab, jelas dia, film tersebut agenda besarnya adalah untuk memecah belah umat. Kita berharap agar komponenan tokoh umat dan bangsa bersatu, imbaunya.

“Jangan terpancing dengan bertindak kontra produktif yang dapat mengurangi kewibawaan umat Islam.”

Memamg protes harus dilakukan oleh semua komponen dengan berbagai cara yang baik, terus menerus, hingga penistaan terhadap Islam hilang. Namun dengan catatan, harus dilakukan dengan baik dan tidak melanggar hukum, ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasyim Muzadi Ajak Westernisasi Sebagai Simbul Musuh Bersama
Tulisan selanjutnya Produser Film IOM Informan Pemerintah Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?