Hidayatullah.com–Terjadinya peristiwa penusukan pengurus HKBP Bekasi oleh sekelompok orang tidak dikenal di Kampung Ciketing Asem, dinilai tokoh Islam bekas sarat dengan muatan provokasi. Tokoh Islam Bekasi yang juga Ketua Hizbud Dakwah Islam (HDI) Kota Bekasi Bernard Abdul Jabbar, menilai, peristiwa tersebut harus disikapi secara hati-hati karena berpotensi menimbulkan provokasi.
“Harus dijelaskan, jangan-jangan ini teori victimilogi. Yakni menjadikan diri sengaja sebagai korban dengan memfitnah pihak lawan sebagai pelaku,” jelas Bernard kepada hidayatullah.com, Senin (12/09).
Bernard juga mengaku sangat menyayangkan acara dialog yang ditayangkan salah satu stasiun TV. Menurut Bernard, jelas-jelas acara tersebut menampilkan perbincangan monolog dari pihak HKBP semata, tanpa ada pembicara dari kaum Muslim Bekasi.
“Saya merinding mendengar pernyataan-pernyataannya. Nyata sekali jika mereka begitu menanamkan kebencian,” ulas Bernard.
Bernard memastikan, ada yang menyeret isu ini dengan menuduh pelaku penusukan dari kelompok Islam di Bekasi.
“Ini provokasi. Kita tunggu saja hasil penyidikan polisi,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, Pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan Ciketing Bekasi atau Pendeta HKBP Ciketing Bekasi, ST Sihombing, mengalami luka serius di perut sebelah kanan akibat ditusuk sejumlah orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Belakangan, isu ini kemudian diseret pada masalah penghapusan SKB 3. Menteri. Sementara itu, munculnya dugaan anggota Front Pembela Islam (FPI) terlibat dalam peristiwa penusukan dan pemukulan terhadap jemaat HKBP Pondok Timur Indah di Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat dibantah Ketua DPW FPI Bekasi Muharli Barda membantah. Bantahan disampaikan Muharli di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (14/9).
Dalam kasus ini polisi menetapkan sembilan tersangka. Dari keterangan para tersangka, polisi berkesimpulan pria berinisial AF sebagai otak penyerangan.
[ain/hidayatullah.com]