Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tak Dapat Gelar Pahlawan, Minta Gus Dur “Diwalikan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tidak masuknya mantan Ketua PBNU, Abdurahman Wahid alias Gus Dur medapatkan gelar pahlawan nasional tahun ini ditanggapi beragam kalangan NU.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) misalnya, lebih memilih bersabar, dengan alasan, manyangkut waktu.
“Saya menduganya mungkin ini terkait Pak Harto juga ya yang masih kontroversi di masyarakat. Mungkin soal waktu saja. Mungkin tahun depan, ya kita tunggu lah,” kata Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar kepada wartawan usai mengikuti diskusi “Empat Tahun Menuju Pencapaian Pembangunan MDG’s di kantornya, kemarin (11/11).
Bagi Cak Imin –sapaan Muhaimin Iskandar– pengakuan masyarakat akan ketokohan dan kepahlawanan Gus Dur sebenarnya sudah cukup. Kalaupun akan ada legitimasi dari pemerintah dengan penganugerahan gelar pahlawan nasional menurutnya itu hanya penyempurna saja. Meski demikian, keponakan Gus Dur itu menyebut, gelar pahlawan untuk pamannya itu layak disematkan lantaran sejumlah prestasi yang telah ditorehkan.
Hal ini berbeda dengan pendapat Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Meski tak bisa diberi gelar pahlawan, Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional ini menganggap Gus Dur sejajar dengan wali.
“Di mata orang NU, Gus Dur itu sangat mulia, beliau sudah dianggap Wali, jadi sudah lebih tinggi ketimbang Pahlawan Nasional,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (11/11).
Khofifah menengarai, tak masuknya Gus Dur sebagai pahlawan lantaran bersamaan dengan diusulkannya Soeharto sebagai pahlawan. “Mungkin yang satu tidak, jadi yang lainnya juga tidak, kan sama-sama presiden,” katanya.
Tidak lolosnya nama Gus Dur, Soeharto, dan enam nama lainnya, diketahui ketika dilangsungkan acara penganugerahan gelar pahlawan dan gelar kehormatan di Istana Negara, Kamis (11/11). Dalam acara dihadiri Presiden SBY itu pemerintah hanya memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh, yakni Dr Johannes Leimena (Maluku) dan Johannes Abraham Dimara (Papua) melalui Keputusan Presiden (Kepres) No 52 TK/2010.
Kementerian Sosial sebelumnya mengajukan 10 nama tokoh yang telah diseleksi untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Sepuluh nama itu adalah mantan gubernur DKI Ali Sadikin (Jawa Barat), Habib Sayid Al Jufrie (Sulawesi Tengah), mantan presiden HM Soeharto (Jawa Tengah), mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Andi Depu (Sulawesi Barat), Johannes Leimena (Maluku), Johannes Abraham Dimara (Papua), Andi Makkasau (Sulawesi Selatan), Pakubuwono X (Jawa Tengah), dan Sanusi (Jawa Barat).
Dengan gagalnya Gus Dur menjadi Pahlawan Nasional, maka belum bisa melengkapi gelar Pahlawan Nasional yang sebelumnya telah disandang ayah dan kakeknya, yakni KH Abdul Wahid Hasyim (1914-1953) dan KH Hasyim Asyarie (1875-1947). [sy/jp/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Berita Foto] Mentawai Menderita, Rakyat Gaza Peduli
Tulisan selanjutnya Lieberman: Tidak Mungkin Damai dengan Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?