Hidayatullah.com–Sikap berlebihan terhadap ormas atau kelompok akan menimbulkan kerancuan dalam pengamalan ajaran Islam, sehingga akan menimbulkan pertanyaan, itu pengamalan ormas atau pengamalan ajaran Islam?
Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum PP Muhamamadiyah, Prof. Dr. Din Syamsudin di Tasikmalaya, Kamis (23/12), saat memberi sambutan pembukaan Muswil Muhammadiyah Jabar ke-19.
Ungkapan tersebut sebagai kritik terhadap sikap ormas yang terlalu fanatik terhadap kelompoknya, sehingga sering menimbulkan masalah dalam umat Islam sendiri, semisal sikap keras dan mudahnya mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya.Din menambahkan, sikap berlebihan dan fanatik terkadang mengalahkan ajaran Islam yang sangat
toleran, sehingga terkadang label Islam hanya simbol semata.
“Kita harus kritis, sebagai kader jangan sampai menjadikan Muhammadiyah ini sebagai agama,” jelasnya yang disambut takbir ribuan musyawirin.
Islam, lanjut Din, diturunkan untuk menyelesaikan masalah. Namun sekarang orang ber-Islam justru sering menimbulkan masalah.
Untuk itu dirinya mengajak agar umat Islam harus menjadi pemecah masalah (problem solver), bukan sebaliknya menjadi sumber masalah, baik bagi umat maupun lingkungannya, dengan menjadikan Islam sebagai landasan dalam berbuat.
Muswil sendiri m berlangsung 23-26 Desember 2010 di ” Kota Santri” Tasikmalaya. [man/hidayatullah.com]