Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

JAI Jabar Tolak Khatib Jumat Non-Ahmadiyah

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate:
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 11 Maret 2011 15:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung menjadi khatib dan imam shalat Jumat (11/3) di masjid milik Ahamadiyah  tidak terwujud. Pasalnya 5 menit menjelang dikumandangkannya adzan, Dr. KH. Asep Zaenal Ausof dari MUI Kota Bandung yang sedianya menjadi khatib dan imam, mendadak diajak ke ruang DKM.

Dalam ruang DKM tersebut telah menunggu beberapa pimpinan Jemaat Ahmadiyah (JAI) Jabar. Sementara itu KH. Asep Zaenal ditemani beberapa orang polisi, termasuk Kapolrestabes Kota Bandung, Kombes. Pol. Jaya Subriyanto, yang sengaja datang untuk ikut shalat jumat.

Inti dari pertemuan singkat tersebut, DKM menolak jika yang menjadi khatib dan imam di masjid Mubarak tersebut orang di luar jemaat Ahmadiyah. Imbas dari penolakan tersebut, ratusan jamaah yang sudah duduk, serentak meninggalkan masjid dua lantai tersebut.

Mereka berhamburan mencari masjid di sekitar jalan Pahlawan, mengingat adzan sudah berkumandang. Sementara puluhan orang yang masih di dalam masjid untuk shalat Jumat, sebagian besar  mengaku dari jemaat Ahmadiyah.

KH. Asep Zeanal yang dikonfirmasi hidayatullah.com usai shalat  Jumat membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan ada tiga poin atas penolakan oleh jemaat Ahmadiyah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pertama pihak Gubernur atau MUI boleh melakukan pembinaan kepada jemaat Ahmadiyah, namun tidak untuk khatib Jumat. Kedua, tidak boleh menjadi khatib dan imam orang yang mendzolimi jemaat Ahmadiyah. Dalam hal ini MUI dianggap telah mendzolimi mereka karena dianggap MUI telah mengkafirkan Ahmadiyah. Sementara yang ketiga, tidak seiman dan seimam,” jelas KH. Asep Zaenal, Sekretaris MUI Kota Bandung tersebut.

KH. Asep menambahkan, pihaknya saat itu merasa tersinggung  dengan poin  ketiga. “Karena kita dianggap tidak seiman dengan mereka, ya sudah kita keluar saja. Padahal waktu sudah masuk adzan,” katanya sedikit kecewa.

Untuk itu pihak MUI Kota Bandung akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur dan Kapolda Jabar untuk menentukan langkah selanjutnya.   “Sore ini juga kita laporkan,” jelasnya.

Juru bicara JAI Wilayah Priangan Barat, Rafiq Ahmad Sumadi Gandaprawira, yang ditemui hidayatullah.com di masjid Mubarak menjelaskan,  telah terjadi kesalahpahaman antara JAI dengan MUI. ”Intinya masjid ini terbuka untuk umum dan kami tidak membatasi, siapa saja boleh masuk,” ujar Rafiq.

Soal penolakan tersebut, pihak JAI tidak merasa menolak KH. Asep Zaenal untuk memberikan ceramahnya di masjid Mubarak. Hanya saja untuk saat ini belum bisa, dengan alasan bahwa masjid Mubarah sudah mempunyai jadwal khatib dan imam selama satu tahun. Sedang KH. Asep Zaenal tidak ada dalam daftar khatib dan saat ini bukan jadwal  bersangkutan.

Rafiq juga menjelaskan bahwa surat yang dilayangkan pihak MUI Kota Bandung soal rencana khotbah Jumat dinilai terlalu mendadak, dengan alasan surat tersebut baru diterima pihak DKM Mubarak Kamis (10/2).  

”Kami menghargai inisiatif tersebut, namun surat ini baru kami terima kemarin. Kami belum koordinasi dengan DKM dan amir kami di Jakarta,” jelas Rafiq, sambil menunjukan dari MUI.

Sementara untuk point ketiga, tidak seiman dan seimam, Rafiq menolak jika pernyataan tersebut sempat terlontar dalam pertemuan dengan KH. Asep Zaenal.  

”Namun jika itu sempat terlontar, dengan tulus kami memohon maaf. Mungkin kami khilaf,” pinta Rafiq.

Pihak JAI Jabar, menurut Rafiq, akan segera melakukan koordinasi dengan amir di Jakarta. Namun saat didesak koordinasi apa yang akan dilakukan? Rafiq menolak menjelaskan.

Pantauan hidayatullah.com hingga menjelang sore masjid Mubarak masih dijaga puluhan polisi dari Polsek Cibeunying Kota Bandung. Menurut seorang petugas polisi yang enggan disebut namanya, pengamanan tersebut sekadar  berjaga-jaga saja.

Pascainsiden menjelang shalat Jumat  sempat beredar kabar akan ada beberapa massa ormas Islam yang akan mendatangi masjid Mubarak.   Namun hingga menjelang shalat Ashar massa ormas Islam tersebut belum nampak datang ke masjid yang diklaim sebagai markas JAI Jabar tersebut.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tender Rumah Sakit Indonesia di Gaza Siap Pilih Kontraktor
Tulisan selanjutnya PKS Sampaikan Solusi Timur Tengah ke Dubes AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?