Hidayatullah.com–Direktur Program Yayasan Paramadina Ihsan Ali fauzi menyatakan, salah satu pembuat masalah dalam usaha pendirian Gereja di Jabotabek ialah ormas keagamaan radikal yang mempunyai motif ekonomi tertentu.
“Ormas radikal tersebut biasanya memperebutkan jatah lahan parkir,” katanya di sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa sore (26/4).
Ormas keagamaan tersebut, ia bilang, juga mempunyai modus meminta sejumlah uang pada pengurus gereja.
“Ada juga yang ingin menekan. Misalnya gereja memberikan uang kepada salah satu ormas, yang lain juga menginginkan hal tersebut,” ujar Ihsan yang merupakan dosen di Universitas Paramadina ini.
Pendapatnya ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Ihsan bersama timnya. Ia menyebut, faktor ormas keagamaan radikal dalam masalah pembangunan gereja, cukup besar pula persentasenya.
“Faktornya cukup dominan,” singkatnya.
Laporan penelitian tersebut disajikan Paramadina dalam bentuk beberapa buku, salah satunya berjudul “Kontroversi Gereja di Jakarta”. Penelitian ini hanya melibatkan 13 gereja sabagai objek penelitian di sekitar Jabotabek.*