Hidayatullah.com–Kunjungan Pengerusi Jawatankuasa Penerangan, Teknologi Maklumat, Sains dan Teknologi Kelantan, YB Dr Mohamed Fadzli Haji Hassan ke staf redaksi Media Hidayatullah, di Surabaya, Indonesia (14 Juli 2011) bukan sekadar ziarah silaturahim biasa, pertemuan antara dua badan informasi terpenting; Urusetia Penerangan dan salah satu media dakwah terbesar Indonesia Hidayatullah, bahkan pada kesempatan itu turut termeteri Perjanjian Pesefahaman (MOU) antara keduanya.
Inti MOU antara lain menjalin kerjasama dalam konteks pertukaran informasi antara Urusetia Penerangan Kerajaan Kelantan (UPKN) dengan Kelompok Media Hidayatullah (KMH).
Sebelum ini pun KMH juga telah sering memberi liputan tentang Negeri Kelantan yang dipimpin Tuan Guru Dato’ Bentara Setia Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat, tepatnya, sejak tahun 1990 melalui majalah Suara Hidayatullah dan media online hidayatullah.com.
Dengan adanya MOU itu, kerjasama dijangka bertambah mudah dan mantap.
Sejak tahun 1998, staf KMH pernah mengirim wartawannya untuk sebuah mewawancara dengan Tuan Guru pada dan baru-baru ini korespondenya di Kelantan juga menulis panjang lebar tentang perkembangan Islam di Negeri berjuluk “Serambi Mekah”, khususnya kejayaan kepimpinan Tuan Guru mentadbir negeri Kelantan dengan dasar Islam. Suatu pencapaian yang sangat dikagumi umat Islam di Indonesia.
UPKN dan KMH dinilai memiliki persamaan matlamatnya perjuangannya yaitu menyebarkan Islam kepada umum. Seperti diungkapkan YB Dr Mohamed Fadzli saat menyampaikan ucapan pengenalan yang berlangsung dalam suasana santai tapi akrab di ruang kantor redaksi Hidayatullah di Jalan Kejawan Putih Tambak, Kota Surabaya.
“Kita menjalin kejasama karena antara kita memiliki misi yang sama- menyebarkan maklumat Islam kepada umum.”
Sebelumnya, dalam ucapan takaruf, pemimpin KMH, Hamim Thohari mengatakan, jalinan kerjasama ini bermula dari silaturrahim yang telah dibangun atas dasar iman dan Islam.
“Kami berbesar hati di atas kunjungan yang sangat bermakna dari pemerintah Kelantan yang sebelum ini kami hanya mengetahui Kelantan berslogan ‘Membangun Bersama Islam’ yang dipraktikkan dari jauh lewat tulisan, tapi hari ini dapat bertemu langsung dengan rombongan yang kepalai YB exco penerangan sendiri,” katanya.
Selanjutnya beliau menjelaskan tentang perjalanan panjang media Hidayatullah yang berawal dengan secara kecil, yang kemudian berkembang menjadi sebuah media Muslim yang bertempat di hati kaum Muslim Indonesia. Pembacanya terdiri semula golongan, bahkan pemasaranya juga telah menjangkau Brunei Darussalam, Malaysia dan Hongkong.
Selain media cetak, Majalah Suara Hidayatullah, KMH juga memiliki media online yang melakukan update berita dunia Muslim setiap saat. KMH juga memiliki percetakan sendiri, sekaligus mencetak al-Quran. Sebuah stasiun radio juga dibangun dan menempati hati kaum muda Muslim.
Selain itu, rombongan juga bergembira bisa bersilaturrahmi dengan pengurus Radio Muslim Surabaya, Sham FM. Salah satu pengurus Sham FM, Mushin Toyib Abas menjelaskan kehadiran radio ini bertujuan menegakkan kalimah Allah, tepatnya dakwah di luar masjid.
“Dibina dengan modal yang sangat minimum, kurang lebih RM5000. Sementara biaya operasinya setiap bulan mencapai sekitar RM400, dengan staf hanya 14 orang, namun oleh karena niat kami semata-mata menyebarkan kalimah Allah SWT, disertai dengan keikhlasan para pendukung, maka Allah memberi kelapangan dada sehingga mampu mandiri. Dan insyaallah projek kami selepas ini adalah membangun stasiun TV Islam,” tutur M.T Abas.
Exco YB Dr Mohamed Fadzli selanjutnya menegaskan bahwa kejayaan yang dicapai KMH bukan hanya kejayaan pihak KMH dan umat Islam Indonesia saja, tapi kejayaan umat Islam seluruh dunia.
Selama tiga hari menjadi tamu KMH, YB Dr Mohamed Fadzli diberi peluag menyampaikan ucapan tentang kejayaan Islam di Kelantan yang dipimpin Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat di masjid Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya, di hadapan para santri.
Turut bersama dengan rombongan YB Dr Mohamed Fadzli Haji Hassan adalah Pengarah Urusetia Penerangan, Haji Abdul Rahman Yunus, Penolong-penolong Pengarah Urusetia Penerangan, Haji Muhamad Azmi Nor, Haji Rosidi Semail, Mohd. Radwan Alias, dan ketua-ketua penerangan PAS Kawasan. *
Rosem. Penulis adalah staf redaksi Majalah Harakah, Malaysia