Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Avasinolog dan Pendekar Kungfu Islam itu Telah Pergi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Januari 2012 09:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Roojiuun. Umat Islam kembali kehilangan dan ditinggal pergi lebih dulu tokoh besar kedokteran Islam di negeri ini, Ustadz El Marzdedeq. Nama lengkapnya Ahmed Dien El Marzdedeq, DIM, AV. Beliau wafat pada Hari Sabtu, 14 Januari 2012 pukul 14:30 di Rumah Sakit Al Islam, Bandung.

Almarhum Marzdedeq adalah mahasiswa angkatan pertama Ma’had At-Thibb Al-Islami (MAI). Lembaga ini pertama kali didirikan pada 13 Maret 1958 di bawah Yayasan Asy-Syifa dengan nama Lembaga At-Thibb Al-Islami. Baru pada tahun 1965, dirubah menjadi Ma’had At-Thibb Al-Islami.

Di sana beliau mengikuti kegiatan perkuliahan di MAI setingkat fakultas kedokteran. Di MAI, hanya menerima mahasiswa dari lulusan sekolah menengah atas, beragama Islam, dan aktivis. 

“Selain itu calon mahasiswa juga harus jauh dari perbuatan mungkar, khurafat, bid’ah, dan tahayyul,” ungkap Ustadz Marzdedeq saat masih hidup dalam suatu kesempatan wawancara dengan Majalah Hidayatullah tahun 2010 lalu di kediamannya.

Anda mungkin bertanya, apa arti dari singkatan yang ada di belakang nama Ahmed Dien El Marzdedeq, DIM, AV? Menurut Ustadz Marzdedeq singkatan itu artinya Doctor Islamic Medicine (Dokter Pengobatan Islam). Sementara “AV” berarti Avasinolog.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Gelar “DIM” untuk saat ini terbilang langka. Bahkan, boleh dibilang sudah tak akan lagi bisa dijumpai. Pasalnya, institusi yang mengeluarkan gelar ini, MAI, sudah hilang sejak tahun 1980-an.  

Almarhum Ustadz Marzdedeq sempat menceritakan bagaimana suasana belajar di MAI di masanya itu. DI MAI, dosen sebagai bapak angkat dan mahasiswa sebagai anak angkat. Di rumah dosen, mahasiswa itu dianggap keluarga dan anak dosen. Semua dosen di Ma’had At Thibb Al Islami dipanggil dengan sebutan “Al Ustadz” atau “Ummiy”.  Hal ini menjadikan Ma’had At-Thibb Al-Islami menggunakan sistem Al-Jama’ah, menyontoh pendidikan di masa Rasulullah SAW.

Untuk meningkatkan kualitas, Ma’had At Thibb Al Islami tidak menerima mahasiswa lebih dari 15 mahasiswa. Mahasiwa Ma’had At-Thibb Al-Islami tidak dipungut uang kuliah. Dididik selama 6 tahun. 1 tahun dibagi menjadi 2 semester. Kuliah dilakukan setiap hari kecuali hari Jum’at dan hari libur.

 Sayangnya, aktifitas ma’had ini tidak berlangsung lama.  Baru melahirkan satu angkatan, sudah hilang ditelan zaman. Dari satu angkatan itu pun, hanya beberapa orang yang saja berhasil lulus dan mendapat ijazah dari Ma’had At-Thibb Al-Islami. Selebihnya, ada yang putus di pertengahan, ada juga yang memilih ikut ujian di kampusnya masing-masing. Sebagian mahasiswa MAI ada juga yang terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Di MAI, ilmu yang diajarkan sama seperti fakultas kedokteran lainnya, seperti Parasitologi, Anatomi, dan lain-lain. Bedanya di MAI, setiap semester mata kuliah agama Islam selalu mendapatkan porsi. Tidak cuma itu, di MAI dilakukan pengkajian tentang ilmu Awasin Al-Kayy yang diwariskan oleh Ahmad Ibnu Ruman, cendekiawan Muslim  yang juga seorang thabib keturunan Persia dan Arab. Ibnu Ruman ia mengkaji Al-Kayy yang ia dapatkan dari seorang thabib dari Hadralmaut. Tetapi kemudian, api pembakar batangan Al-Kayy yang biasanya digunakan, ia ganti dengan cairan obat yang dapat meresap ke dalam tubuh.

Untuk mempraktekan ilmunya itu, bersama seorang kawan, seorang dokter umum yang ia ajarkan Awasin Al-Kayy kemudian membuka sebuah klinik, Avasin Medical Center di Jl. H. Anwar No. 32 Bandung.

Bulan Agustus tahun 2010 lalu, majalah Suara Hidayatullah berkesempatan bersilaturahim ke rumahnya di Cimahi. Pria kelahiran 72 tahun silam ini telah berpulang.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orang-Orang Yang Menyiapkan Parasut Kita
Tulisan selanjutnya Iran: Simbol Anti-Imperialisme Setengah Hati!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?