Hidayatullah.com — Sejumlah kafé mesum di sekitar Bukit Lampu dan Batu Cadas, Lubuk Begalung Kota Padang, Sumbar, dibakar massa. Kali ini aksi massa berjalan tanpa insiden. Setidaknya, sembilan kafé dibumihanguskan.
Hal tersebut merupakan klimaks dari tindakan warga bersama Pemko Padang. Karena, sebelumnya pemilik atau pengelola kafe telah diberi kelonggaran waktu, untuk menutup usahanya yang cenderung menjadi kedok tempat berbuat maksiat.
“Ini semua bukan perintah, atau ajakan. Tapi merupakan klimaks dari kemarahan warga, terhadap kafé yang dijadikan kedok tempat berbuat mesum. Sebelumnya sudah kami peringatkan dan kami beri limit waktu sampai kemarin, hari Jum’at (01/06/2012). Namun sepertinya tidak diindahkan, maka warga juga ikut bersama-sama membongkar dan membakar malah,” ujar Camat M. Franky, seperti dikutip Haluan.
“Masalahnya lagi, ke depan kita sebagai tuan rumah acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Padang. Jadi sangat lucu sekali, hal seperti itu di daerah ini ada kegiatan mesum, “ lanjut Franky.
Secara pemerintahan nagari, M. Ajek, SH selaku ketua Badan Musyawarah Nagari Bungus, juga merasa tindakan ini sudah sewajarnya dilakukan. “Sudah diberi peringatan. Malah kita ingatkan secara kekeluargaan. Namun belum dihentikan kegiatannya, maka apapun tindakan masyarakat terhadapnya (kafe-red). Seperti pembongkaran paksa hingga pembakaran. Pokoknya wilayah kecamatan Lubuk Begalung, di Bukit Lampu dan sekitarnya harus bersih dari kegiatan maksiat,” katanya.
Kejadian tersebut membuat kemacetan panjang. Karena, masyarakat yang berdesakan menyaksikan aksi pembongkaran, dan pembakaran terhadap kafe liar untuk pasangan muda-mudi tanpa status itu.*/abi ghufron