Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kedubes Baru AS Dinilai Lebih Bahaya Dari NAMRU

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 30 Juli 2012 10:35
Bagikan
Musthofa dalam sebuah acara di TV
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam sejarahnya, Amerika Serikat (AS) tidak pernah melepaskan aktivitasnya di Indonesia tanpa dibarengi kegiatan intelijen. Berkaca pada kasus The US Naval Medical Reseach Unit (NAMRU), AS akan lebih leluasa melakukan aktvitas intelijen di Indonesia dengan Kedubes barunya yang sedang direncanakan. Demikian dikatakan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Musthofa B. Nahrawardaya.

“Jadi saya kira ini lebih berbahaya dari NAMRU,” tandasnya kepada hidayatullah.com, Jum’at, (26/07/2012) lalu di Jakarta.

Kedubes adalah sebuah tempat di mana sebuah negara memiliki kedaulatannya sendiri. Artinya, AS memiliki hak mengatur kepentingannya sendiri tanpa ada intervensi pihak luar.

“Apalagi ini tanah mereka, jadi orang Indonesia tidak harus ada di sana,” tambahnya.

Dengan mendirikan Kedubes barunya, pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini mensinyalir Indonesia akan semakin dibuat ketergantungan dengan AS.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sekarang tempe saja kita impor dari mereka, bahkan ada susu Amerika khusus untuk Indonesia,” ujarnya

Hingga saat ini Pemerintah Indonesia belum merespon secara serius pembangunan Kedubes baru AS ini. Kata Musthofa, pemerintah memang tidak bisa diharapkan untuk banyak berbuat karena selama ini mereka memiliki hutang budi kepada AS.

“Pemerintah ini kan cecunguknya Amerika, malah mereka mungkin bermimpi Obama bisa berkantor di sini,” gusarnya.

Maka dalam hal ini umat Islam memiliki peran penting melakukan upaya penolakan atas rencana Kedubes baru AS ini yang sedianya rampung dalam lima tahun.

“Jika dibiarkan, ini bisa bahaya,” pungkasnya waspada.

Seperti diketahui, pihak Amerika mengabarkan sedang menyiapkan sebanyak US$ 450 juta (sekitar Rp 4,2 triliun)  untuk memugar kantor Kedubes nya di Jakarta.

Sebelumnya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sempat melakukan pernyataan sikap menolak dengan alasan, gedung tersebut hanya akan digunakan sebagai kegiatan mata-mata. [Baca: KAMMI Tolak Pembangunan “Markas Besar” AS di Indonesia].*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dikuras Yahudi, Palestina Kekurangan Air
Tulisan selanjutnya PBNU: Presiden Mesti Ambil Inisiatif Bantu Rohingnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?