Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ulil: Twit Itu Kritik untuk Teman-teman Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Juli 2012 20:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Salah satu pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla tak menyangkal telah menulis kicauan di jejaring sosial Twitter perihal pembunuhuhan etnis Muslim di Rohingya, Myanmar, beberapa waktu lalu yang ramai jadi pembahasan orang.

“Iya benar, itu Twit saya. Apakah ada yang meragukan,” kata Ulil mantap seraya bertanya dalam perbincangan dengan hidayatullah.com, Senin petang (30/07/2012).

Ulil menjelaskan, kicauan yang dikirimnya di laman Twitter tersebut dimaksudkan untuk mengkritik kalangan yang disebutnya sebagai “teman-teman Muslim” yang menurutnya tidak sentitif dengan masalah pelanggaran hak asasi manusia di dalam negeri sendiri.

“Twit itu ingin mengkritik teman-teman Muslim yang sensitif terhadap diskriminasi terhadap umat Islam di tempat lain tapi tidak menganggap soal diskriminasi dalam negeri yang menimpa umat Islam lain seperti Ahmadiyah,” katanya.

Menurutnya, gerakan aksi solidaritas Muslim atas kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingnya dinilainya sebagai langkah yang sangat tepat. Namun, yang menjadi soal bagi dia, jelasnya, ketika di dalam negeri ada yang kasusnya sama Muslim disakiti, justru sebagian “teman-teman Muslim” yang lain tidak sensitif.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ditanya apakah dirinya akan meminta maaf kepada kalangan yang mungkin tersinggung atau salah paham dengan kicauannya tersebut, Ulil menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah sehingga dirinya tidak perlu minta maaf kepada siapa pun.

“Saya merasa tidak berbuat salah jadi saya tidak perlu meminta maaf. Saya tidak memaki-maki siapa pun. Jika ada yang marah dengan pernyataan saya, silahkan saja, silahkan berikan kritik balik yang baik,” ujarnya.

Sebelumnya,  dalam akun Twitter tertanggal 28 Juli 2012,  Ulil  sempat menulis,  bahwa kalau umat Islam masih menyetujui aniaya Ahmadiyah di Indonesia, maka umat Islam tak layak protes saat umat Muslim Rohingya dianiaya di Myanmar.

“Tetapi kalau anda setuju aniaya atas Ahmadiyah di Indonesia, anda tak layak protes saat umat Muslim Rohingya dianiaya di Myanmar,” tulisnya.

“Ada yg bilang, aniaya atas Muslim Rohingnya di Myanmar tak bisa disamakan dg aniaya atas Ahmadiyah di Indonesia. Di mana tak samanya, Bung?,” demikian tulis Ulil.

Berbeda

Namun tokoh muda Muhammadiyah, Musthofa B Nahrawardaya kepada media ini mengatakan, menyamakan permasalahan Rohingya dan permasalahan Ahmadiyah di Indonesia adalah dua hal yang berbeda. Ahmadiyah adalah kenyakinan bukan Islam yang mengaku bagian dari Islam. Sedangkan Muslim Rohingyah memang saudara seakidah umat Islam.

“Kan ada haditsnya yang diriwayatkan oleh Thabrani, siapa yang tidak perduli kepada permasalahan sesama Muslim, maka ia tidak termasuk golonganku kata Rasulullah,” jelas Musthofa kepada hidayatullah.com, Senin (30/07/2012).

Musthofa juga menjelaskan, kalaupun masalah Rohingyah dan Ahmadiyah ini mau dimasukan ke masalah kemanusiaan, maka seharusnya Rohingya itu lebih diprioritaskan.

“Lihat saja berapa jumlah jatuhnya korban di Rohingyah dibandingkan Ahmadiyah? lihat bagaimana mereka dibunuh, dibakar, diperkosa. Jumlah korban disana sudah ratusan,” tambah Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) ini.

Ahmadiyah, bagi Musthofa adalah kelompok yang justru melakukan penistaan agama terhadap Islam. Sedangkan  Rohingya adalah bagian dari umat Islam itu sendiri.

“Jadi wajar kalau di Indonesia ada perlawanan terhadap Ahmadiyah, kan kita cuma minta mereka (Ahmadiyah) diluruskan pemahaman mereka dan kembali ke aturan Islam yang benar kalau memang mau mengaku Islam,” jelasnya lagi.

Karenanya, menurut Musthofa, sikap Ulil  jelas menggambarkan sebuah ketidak-cerdasan intelektual dan tidak layak untuk didengarkan.* [baca juga: Tokoh Muda Muhammadiyah Tanggapi Kicauan Ulil Soal Rohingya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aparat Mesir Selidiki Dai Syiah Pencerca Nabi dan Sahabat
Tulisan selanjutnya Ngabu Burit Ala Mahasiswa Al-Azhar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?