Hidayatullah.com– Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Syarifuddin Hasan mengatakan, Koperasi dan UKM, merupakan bisnis yang tahan akan krisis. Sebagai bisnis yang tahan krisis, semua UKM pasti tahan banting. Demikian disampaikan Syarifuddin selepas menjadi Keynote Speech dalam “Seminar Nasional tentang Entrepreneurship” di Balai Sidang UI, Depok, belum lama ini.
Hanya saja menurut Syarifuddin, UKM memang mengalami kesulitan dalam masalah pembiayaan.
“Salah satu hambatan bagi entrepreneurship (wirausaha, red.) adalah akses kepada perbankan yang masih sulit,” ungkap Syarif.
Hal ini juga diamini oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Ruslan Prijadi. Ia mengakui UKM saat ini masih kurang produktif dan kendala UKM saat ini masih pada pembiayaan.
“Kontribusi UKM saat ini lebih sedikit 50% dari PDB, sisanya adalah perusahaan-perusahaan besar. Diakui Ruslan, UKM masih kurang produktif. Kendala masih kurangnya akses pada pembiayaan. Hanya 40% dari pembiayaan bank.
UKM mayoritas berada di pulau Jawa dan di kota-kota besar. Kebanyakan di sektor perdagangan, produksi dan kreaif masih kurang banyak , tantangan masih sangat besar.
Oleh karenanya, Ruslan mengingatkan agar jangan sampai saat ada Asian Community pada tahun 2015 nanti usaha besar justru dikuasai oleh pihak asing.
“Akan ada peralihan sektor usaha kecil atau mikro. Jangan sampai tahun 2015 nanti kalau kita buat Asian Community, usaha-usaha besar dikuasai oleh asing dan karena itu tidak akan meningkatkan UKM,” katanya.
Jumlah Koperasi Meningkat
Syarifuddin juga mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,4% hingga September 2012 menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya jumlah koperasi di Indonesia.
Hingga Mei 2012, total keseluruhan koperasi di Indonesia berjumlah 192.443 unit dari sebelumnya pada tahun 2009 yang hanya berjumlah 170.441 unit, dan provinsi dengan jumlah koperasi terbanyak adalah provinsi Jawa Timur dengan total 29.145 unit.
“Alhamdulillah juga jumlah koperasi sudah semakin meningkat akibat pertumbuhan ekonomi, sekarang sudah hampir 192.443 dengan jumlah anggota kurang lebih 33.687.147 orang di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Syarifuddin, Kementerian Koperasi dan UKM berencana menetapkan lima koperasi berskala internasional. Di antaranya yang sedang dipersiapkan adalah; Kospin Jasa Pekalongan Jawa Tengah dengan total aset 2,5 triliun, Koperasi Warga Semen Gresik Jawa Timur dengan total aset 529, 997 miliar, Induk Koperasi Simpan Pinjam Jakarta dengan total aset 33,76 Miliar, Koperasi Simpan Pinjam Obor Sikka NTT dengan total aset 200,828 miliar dan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara, Jawa Barat dengan total aset 233,775 miliar.
“Perlu saya sampaikan juga bahwa insya Allah dalam tahun ini kita akan menetapkan lima koperasi sebagai koperasi berskala internasional dan itu semua karena mereka memiliki jiwa entrepreneurship, karena kemandirian yang begitu tinggi dari koperasi-koperasi tersebut,” ungkapnya.*