Hidayatullah.com–Ilmu pengetahuan bisa melipatgandakan harga suatu barang dan karena dengan pendidikan harga seseorang menjadi berlipatganda. Artinya orang yang punya ilmu pengetahuan, jaringan sosial dan skill (keahlian) mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi. Demikian salah satu uraian Rektor UIN, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat saat berbicara dalam acara Seminar Nasional tentang Guru dan Dosen bertema “21th Century Teachers and Lecturers: Pengembangan sains berbasis Spiritual” di Auditorium Harun Nasution, Senin (29/10/2012), kemarin.
“Antara HP dengan microphone mahalan mana harganya? Ya mahalan HP karena di dalam HP ada investasi, ada riset yang mendalam,” ujarnya. “Manusia semakin pintar itu biasanya semakin tidak butuh Tuhan. Contohnya, orang dulu tidak punya uang berdoa sekarang doanya sama ATM. Tapi jangan seperti itu, seharusnya orang semakin pintar semakin butuh dan kagum dengan Tuhan,” ungkapnya.
Dalam acara yang digagas Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi (Pusbangsitek) dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Penerbit Mizan ini dihadiri 2000 pengajar.
Dalam ceramahnya, Komaruddin mengambil contoh masyarakat Jepang yang memiliki etos kerja yang tinggi dan teknologi canggih.
Jepang, ungkap Komaruddin, mampu mengambil sains Barat dengan teknologinya yang canggih tanpa harus kehilangan budaya mereka. Terkait penemuan sains tersebut, menurutnya, Amerika yang menemukan dan Jepang yang memodifikasinya kembali.
Selain itu, dari teknologi canggih tersebut ia mengungkapkan pendapatnya tentang negara Afghanistan dan Iraq yang berperang tanpa teknologi yang canggih.
“Semangat keagamaan tanpa diseimbangi dengan teknologi maka akan kalah, contohnya perang Afghanistan dan Iraq,” ungkapnya.
Pendidikan Elemen Peradaban
Komaruddin juga mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan elemen dari sebuah peradaban.
“Kalau berbicara peradaban, apa elemennya? Yaitu pendidikan,” ungkapnya.
Pendidikan, kata Komaruddin, bukan hanya transfer ilmu tapi juga internalisasi ilmu, hanya dengan pendidikan maka bangsa ini akan bangkit.*