Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Komnas HAM Temukan Pelanggaran HAM Berat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Maret 2013 07:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tim investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan bukti-bukti yang cukup kuat untuk membawa kasus dugaan pelanggaran HAM berat berupa kejahatan kemanusiaan dalam penanganan terorisme yang diduga dilakukan tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri ke pengadilan setelah Komnas HAM membentuk tim Adhoc untuk melakukan penyelidikan sebagaimana amanat dalam ke UU nomor 26 tahun 2000.
 
“Dalam UU Nomor 26 tersebut, setelah Tim Adhoc bentukan Komnas HAM melakukan penyelidikan yang hasilnya akan di serahkan kepada Kejaksaan Agung untuk melakukan penyidikan,” Kata  Komisioner Komnas HAM Siana Indriani di Poso Sabtu, (09/03/2013) setelah Jumat.

Sebelumnya Komnas HAM yang didampingi perwakilan MUI menggelar rekonstruksi di lokasi penyiksaan terhadap warga Poso seperti  dalam tayangan video penyiksaan yang menjadi dasar laporan Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsudin dan Ormas-ormas Islam termasuk MUI kepada Kapolri Jendral Timur Pradopo.
 
Siana Indriani mengatakan, penyelidikan dalam tayangan video kekerasan tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana kejadian sebenarnya guna memastikan apakah benar video tersebut benar-benar terjadi.

Dari hasil pengumpulan data, pemeriksaan saksi dan rekonstruksi di lokasi. Maka, Komnas HAM menyimpulkan kebenaran video kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap warga sipil dalam operasi penindakan dan penanganan terorisme di Poso yang terjadi pada tanggal 22 Januari 2007 silam.
 
“Kejadian itu berawal dari penggrebekan yang diikuti penangkapan, dan inilah kejadian sebenarnya yang terjadi dalam video itu, inilah salah satu fakta yang kami temukan dari sebahagian fakta yang kami kumpulkan selama ini,” kata Siana.

Dengan terkuaknya kebenaran dalam tayangan video tersebut maka Komnas HAM akan membuka kembali lembaran peristiwa 22 Januari dengan mencermati sejauh mana pelanggaran HAM yang terjadi saat itu.

“Sejauh ini, kami menyimpulkan patut terduga telah terjadi pelanggaran HAM berat di Poso,” kata Siana.
 
Sementara itu, Perwakilan MUI Pusat, Prof. Zainudin Ali mengatakan, jika memang fakta telah terjadi pelanggaran HAM yang diduga dilakukan pasukan Densus 88 Mabes Polri. Maka keberadaan serta kerja kerja Densus  perlu untuk dievaluasi lagi. Oleh karena itulah, MUI mengumpulkan data dan bukti sebagai rekomendasi untuk melakukan evaluasi terhadap Densus.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kita turun ini karena memang banyak laporan yang masuk ke kami” Tandas Ketua Bidang Hukum Dan Perundang Undangan MUI Pusat ini.
 
Reksontruksi tim investigasi Komnas HAM Jumat kemarin digelar dilokasi  kejadian kekerasan  terhadap sejumlah warga sipil di Poso, Sulawesi Tengah oleh aparat keamanan. Lokasinya sendiri terletak di  Jalan Pulau  Irian Jaya, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
 
Dalam rekonstruksi yang berjalan dua jam,  tim menghadirkan salah satu korban bernama Rasiman (30) yang telah satu tahun ini bebas dari penjara setelah di vonis lima tahun dalam keterlibatannya terhadap jaringan bersenjata Poso pada operasi tanggal 22 Januari 2007 silam.
 
Rasiman memperagakan tindakan yang dilakukan aparat  saat penangkapan terhadap dirinya dan empat orang rekannya. Saat itu, mereka yang sudah menyerah disuruh membuka semua pakaiannya lalu dikumpulkan ditanah lapang di depan halaman rumah warga yang kosong dengan tangan dan kaki terikat  lalu disiksa. “Dari lima orang yang mengalami siksaan tersebut, salah satunya bernama Faharudin yang saya lihat sudah meninggal dengan muka yang sudah tidak hancur,” kata Rasiman.*/Ahmad Sahid, Poso

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:densuskomnas Hamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Soreang Kembali Datangi GOR yang Jadi Tempat Ibadat
Tulisan selanjutnya Prestasi dan Tantangan Pendidikan Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?